Container Icon

MANFAAT DAN DAMPAK MENONTON TELEVISI


MANFAAT DAN DAMPAK MENONTON TELEVISI


Disusun Oleh :
             
Nama           : Dian Reviyanti
              Nomor         : 07
              Kelas            : XI IPA 4

Pembimbing : Roro Probo Siwiningsih, S.Pd



SMA NEGERI KEBAKKRAMAT

TAHUN PELAJARAN 2010/2011


LEMBAR PENGESAHAN


Karya ilmiah ini telah disahkan dan di setujui oleh guru pembimbing sebagai tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia pada :
                        Hari                 :
                        Tanggal           :
                        Tempat            :


                                                                                                    Guru Pembimbing    
Mapel Bahasa Indonesia




(Roro Probo Siwiningsih)












KATA PENGANTAR


            Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah mengenai manfaat dan dampak  dari menonton televisi.
Karya ilmiah ini berisi tentang manfaat dan dampak yang ditimbulkan dari menonton televisi,terutama bagi anak-anak. Karya ilmiah ini juga membahas mengenai penyebab  atau factor yang menyebabkan anak-anak menjadi gemar menonton televisi, serta cara mengatasi dampak negatif yang ditimbulkannya.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penulisan karya ilmiah ini, sehingga karya ilmiah ini dapat tersusun dengan sebaik-baiknya. Penulis berharap karya ilmiah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak, terutama untuk mengatasi dampak negatif yang ditimbulkan dari menonton televisi.
Penulis menyadari bahwa karya ilmiah ini masih kurang sempurna. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun demi perbaikandan kesempurnaan karya ilmiah ini sangat penulis harapkan.
Terima kasih.


                                                                                                Sragen, Maret 2011

                                                                                                            Penulis

           






DAFTAR ISI


Halaman judul …………………………………………………………………………
Lembar pengesahan …………………………………………………………….……..
Kata pengantar ……………………………………………………………………….
Daftar Isi ………………………………………………………..………………….
BAB I.    Pendahuluan ………………………………………………………………
A.    Latar belakang masalah ……………………………………………………
B.     Perumusan masalah ………………………………………………………………
C.     Tujuan Penelitian ………………………………………………………………..
D.    Manfaat penelitian ………………………………………………………………….
BAB II.   Kajian Teori ……………………………………………………
BAB III.  Metode Penelitian ……………………………………………………
BAB IV.  Hasil Penelitian dan Pembahasan ………………………………………
BAB  V.  Penutup …………………………………………………………
A.    Kesimpulan …………………………………………………………………
B.     Saran …………………………………………………………………………..
Daftar pustaka …………………………………………………………………………










BAB I
PENDAHULUAN

    A.            Latar Belakang
    Pada zaman sekarang ini, televisi merupakan media elektronik yang mampu menyebarkan berita secara cepat dan memiliki kemampuan mencapai khalayak dalam jumlah tak terhingga pada waktu yang bersamaan. Televisi dengan berbagai acara yang ditayangkannya telah mampu menarik minat pemirsanya dan membuat pemirsanya ‘ketagihan’ untuk selalu menyaksikan acara-acara yang ditayangkan.
Anak dan televisi mempunyai hubungan yang sangat dekat. Bahkan mungkin bisa jadi hubungan antara anak dengan televisi lebih dekat dibandingkan dengan interaksi antara anak dengan keluarga atau orangtuanya. Kehadiran televisi sesungguhnya bagai pisau bermata ganda, memberikan pengetahuan namun sekaligus berdampak negatif dalam proses perkembangan anak, baik fisik, psikis, maupun sosial.
Dengan berbagai acara yang ditayangkan mulai dari infotainment, entertainment, iklan, sampai pada sinetron-sinetron dan film-film yang berbau kekerasan,televisi telah mampu membius para pemirsanya terutama anak-anak untuk terus menyaksikan acara demi acara yang dikemas sedemikian rupa. Tidak jarang sekarang ini banyak anak-anak lebih suka berlama-lama di depan televisi daripada belajar, atau bahkan banyak anak yang televisi lupa akan waktu makannya karena televisi. Ini merupakan suatu masalah yang terjadi di lingkungan kita sekarang, dan perlu diperhatikan khusus bagi setiap orang tua untuk selalu mengawasi aktivitas anaknya.
    Sebagian besar tayangan televisi adalah sinetron dimana terkandung begitu banyak adegan-adegan kekerasan baik fisik maupun mental, bahkan pada sebuah penelitian dikatakan selama masa sekolah, anak-anak menyaksikan 87.000 tindakan kekerasan dalam televisi. Dengan demikian terutama bagi anak-anak yang pada umumnya selalu meniru apa yang mereka lihat, tidak menutup kemungkinan perilaku dan sikap anak tersebut akan mengikuti acara televisi yang ia tonton. Dalam karya ilmiah ini akan dibahas lebih banyak manfaat dan dampak menonton televisi.
     B.            Rumusan Masalah
    Berdasarkan latar belakang masalah penelitian tersebut, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut :
1.      Apa manfaat menonton televisi ?
2.      Apa dampak negatif menonton televisi ?
3.      Bagaimana peran orang tua dalam mengatasi dampak negatif menonton televisi terhadap anak ?
4.      Apa yang dapat dilakukan orang tua dalam mencegah munculnya dampak negatif dari menonton televisi ?
     C.            Tujuan Penulisan
    Adapun penulisan karya ilmiah ini bertujuan sebagai berikut :
1.      Mengetahui manfaat menonton televisi.
2.      Mengetahui dampak negative menonton televisi.
3.      Mengetahui penyebab kebiasaan menonton televisi pada anak.
4.      Mendorong para orang tua untuk mengatasi pengaruh negatif yang muncul dari kebiasaan menonton televisi pada anak.
5.      Mengetahui cara mengatasi dampak negatif menonton televisi.
    D.            Manfaat Penulisan
    Karya ilmiah ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi saya sendiri  selaku penulis serta bagi para pembacanya, adapun harapan itu agar karya ilmiah ini dapat ditujukan kepada setiap orang tua agar lebih berhati-hati terhadap acara-acara yang disiarkan ditelevisi dan bisa mengantisipasi dampak-dampak yang bisa ditimbulkan dari acara-acara televisi, serta orang tua lebih selektif dalam memilih acara-acara televisi yang  cocok untuk perkembangan anaknya dan acara yang mana tidak cocok untuk perkembangan anaknya. Sehingga fungsi televisi sebagai sarana informatif, edukatif, rekreatif dan sebagai sarana mensosialisasikan nilai-nilai atau pemahaman-pemahaman baik yang lama maupun yang baru, dapat berjalan sebagaimana mestinya.

BAB II
KAJIAN TEORI

    A.            Gambaran Umum Tayangan Televisi
1.      Pengertian Televisi
    Televisi berasal dari kata tele dan visie, tele artinya jauh dan visie artinya penglihatan, jadi televisi adalah penglihatan jarak jauh atau penyiaran gambar-gambar melalui gelombang radio. (Kamus Internasional Populer: 196).
 Sedangkan menurut KBBI (2001:919) televisi adalah pesawat sistem penyiaran gambar objek yang bergerak yang disertai dengan bunyi (suara) melalui kabel atau melalui angkasa dengan menggunakan alat yang mengubah cahaya (gambar) dan bunyi (suara) menjadi gelombang listrik dan mengubahnya kembali menjadi berkas cahaya yang dapat dilihat dan bunyi yang dapat didengar, digunakan untuk penyiaran pertunjukan, berita, dan sebagainya.
    Televisi sama halnya dengan media massa lainnya yang mudah kita jumpai dan dimiliki oleh manusia dimana-mana, seperti media massa surat kabar, radio, atau komputer. Televisi sebagai sarana penghubung yang dapat memancarkan rekaman dari stasiun pemancar televisi kepada para penonton atau pemirsanya di rumah, rekaman-rekaman tersebut dapat berupa pendidikan, berita, hiburan, dan lain-lain.
    Yang dimaksud dengan televisi adalah sistem elektronik yang mengirimkan gambar diam dan gambar hidup bersama suara melalui kabel .Sistem ini menggunakan peralatan yang mengubah cahaya dan suara ke dalam gelombang elektrik dan mengkonversikannya kembali ke dalam cahaya yang dapat dilihat dan suara yang dapat didengar.
    Dewasa ini televisi dimanfaatkan untuk keperluan pendidikan dengan mudah dapat dijangkau melalui siaran dari udara ke udara dan dapat dihubungkan melalui satelit. Apa yang kita saksikan pada layar televisi, semuanya merupakan unsur gambar dan suara. Jadi ada dua unsur yang melengkapinya yaitu unsur gambar dan unsur suara. Rekaman suara dengan gambar yang dilakukan di stasiun televisi berubah menjadi getaran-getaran listrik, getaran-getaran listrik ini diberikan pada pemancar, pemancar mengubah getaran getaran-getaran listrik tersebut menjadi gelombang elektromagnetik, gelombang elektromagnetik ini ditangkap oleh satelit. Melalui satelit inilah gelombang elektromagnetik dipancarkan sehingga masyarakat dapat menyaksikan siaran televisi.

2.      Tujuan dan Fungsi Televisi
a.       Tujuan
    Sesuai dengan undang-undang penyiaran nomor 24 tahun 1997, BAB II pasal 4, bahwa penyiaran bertujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan sikap mental masyarakat Indonesia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, dan membangun masyarakat adil dan makmur.
    Jadi sangat jelas tujuan secara umum adanya televisi di Indonesia sudah diatur dalam undang-undang penyiaran ini. Sedangkan tujuan secara khususnya dimiliki oleh stasiun televisi yang bersangkutan. Dari uraian di atas penulis dapat mengklarifikasikan mengenai tujuan secara umum adanya televisi atau penyiaran di Indonesia, adalah sebagai berikut:
1. Menumbuhkan dan mengembangkan mental masyarakat Indonesia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang MahaEsa.
2. Memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa dan
3.     Mengembangkan masyarakat adil dan makmur
b.      Fungsi
    Pada dasarnya televisi sebagai alat atau media massa elektronik yang dipergunakan oleh pemilik atau pemanfaat untuk memperoleh sejumlah informasi, hiburan, pendidikan dan sebagainya. Sesuai dengan undang-undang penyiaran nomor 24 tahun 1997, BAB II pasal 5 berbunyi “Penyiaran mempunyai fungsi sebagai media informasi dan penerangan, pendidikan dan hiburan, yang memperkuat ideology, politik, ekonomi, sosial budaya serta pertahanan dan keamanan.”
    Banyak acara yang disajikan oleh stasiun televisi di antaranya, mengenai sajian kebudayaan bangsa Indonesia, sehingga hal ini dapat menarik minat penontonnya untuk lebih mencintai kebudayaan bangsa sendiri, sebagai salah satu warisan bangsa yang perlu dilestarikan.
    Dari uraian di atas mengenai fungsi televisi secara umum menurut undang-undang penyiaran, dapat kita deskripsikan bahwa fungsi televisi sangat baik karena memiliki fungsi sebagai berikut:
Sebenarnya televisi memiliki beberapa fungsi, yaitu :
a.       Fungsi rekreatif
Pada dasarnya fungsi televisi adalah memberikan hiburan yang sehat kepada pemirsanya, karena manusia adalah makhluk yang membutuhkan hiburan.
b.      Fungsi edukatif
Selain untuk menghibur, televisi juga berperan memberikan pengetahuan kepada pemirsanya lewat tayangan yang ditampilkan.
c.       Fungsi informatif
Televisi dapat mengerutkan dunia dan menyebarkan berita sangat cepat. Dengan adanya media televisi manusia memperoleh kesempatan untuk memperoleh informasi yang lebih baik tentang apa yang terjadi di daerah lain. Dengan menonton televisi akan menambahkan wawasan.

BAB III
METODE PENELITIAN
1.      Prosedur Pengumpulan Data
   Prosedur pengumpulan data dalam karya tulis ini dilakukan dengan teknik studi pustaka. Penulis mencari bahan-bahan penelitian dari buku referensi dan internet.
2.      Pengolahan Data
    Dalam karya tulis ini data diolah dengan cara menyajikan dan menganalisis data kemudian diambil kesimpulan. Dalam hal ini, data dari internet yang berupa pengaruh televisi terhadap perkembangan anak dipilih sesuai dengan kebutuhan. Setelah itu, data-data yang dapat digunakan dianalisis berdasarkan teori-teori yang ada, kemudian ditarik suatu kesimpulan.
3.      Analisis dan Sintesis
    Analisis data dalam karya tulis ini dilakukan dengan cara menguji, menyesuaikan dan mengkategorikan data dengan teori yang ada dalam telaah pustaka. Dalam hal ini fase-fase perkembangan dan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan anak dikaitkan dengan media televisi. Setelah semua terkategori dengan baik atau terkumpul dengan baik, maka ditarik suatu simpulan dan dijadikan alternatif pemecahan masalah.







BAB IV
PEMBAHASAN
    A.            Manfaat Televisi
    Seperti yang telah penulis bahas di BAB II mengenai fungsi televisi, sebenarnya televisi mempunyai fungsi dan manfaat yang baik apabila dalam penggunaannya pun baik. Baik anak-anak yang gemar menonton televisi dan orang tua sebagian besar menyadari bahwa pengaruh positif yang paling menonjol dari menonton televisi adalah sebagai salah satu media belajar anak dan sebagai sumber informasi yang dapat membantu anak untuk mengenal dunia luar lebih luas.
1.      Sebagai salah satu media belajar anak
    Televisi bisa menjadi salah satu media belajar anak apabila tayangan yang ditonton merupakan tayangan yang bersifat edukatif. Acara kuis, program bimbingan rohani, talk show pendidikan atau bidang pengetahuan lain sangat berguna bagi anak-anak. Bagi sebagian anak yang memiliki pola belajar audio visual, menonton televisi bisa dijadikan sebagai alternatif pembelajaran. Tentunya program televisi itu haruslah benar-benar mendidik dan tidak ada unsur –unsur di dalamnya yang dapat merugikan pemirsa.
2.      Sebagai sumber informasi untuk mengenal dunia luar
    Selain sebagai media pembelajaran, televisi juga berpengaruh positif sebagai sumber informasi bagi anak untuk mengenal dunia luar lebih luas.  Sebenarnya fungsi ini tidak terlalu jauh berbeda dengan fungsi televisi sebagai media pembelajaran. Sumber informasi disini juga dapat diartikan dengan informasi informasi yang didapat dari menyaksikan tayangan televisi yang bersifat mendidik dan informative.
     Televisi dapat mengerutkan dunia dan menyebarkan berita sangat cepat. Dengan adanya media televisi manusia memperoleh kesempatan untuk memperoleh informasi yang lebih baik tentang apa yang terjadi di daerah lain.
3.      Televisi mempunyai kecepatan dan keakuratan dalam menyajikan berita, melebihi media massa lainnya seperti surat kabar dan radio. Televisi juga mampu menyuguhkan beragam tayangan hiburan, yang dapat menghilangkan stress karena banyaknya masalah kehidupan.
     B.            Pengaruh Negatif Televisi
    Selain pengaruh positif, pengaruh negatif dari menonton televisi juga tidak kalah banyak. Perbandingan antara pengaruh positif dan pengaruh negatif yang dirasakan oleh koresponden sekitar … : … . Pengaruh negatif dari menonton televisi sangat banyak jenisnya baik di lihat dari segi akhlak dan perilaku mauapun jika dilihat dari segi lain seperti dari segi kesehatan.
1.  Mendorong anak menjadi konsumtif.
2.  Mengurangi semangat belajar
         Bahasa televisi simpel, memikat, dan membuat ketagihan sehingga   sangat mungkin anak menjadi malas belajar. Anak-anak yang terbiasa menghabiskan waktu nya dengan menonton televisi akan sangat sulit saat diajak beralih untuk belajar.
3.  Merenggangkan hubungan antar anggota keluarga.
                 Kebanyakan anak kita menonton TV lebih dari 4 jam sehari sehingga waktu untuk bercengkrama bersama keluarga biasanya ‘terpotong’ atau terkalahkan dengan TV. Yang lebih memprihatinkan adalah terkadang masing-masing anggota keluarga menonton acara yang berbeda di ruangan rumah yang berbeda.
4.  Menonjolkan perilaku imitative.
            Dwyer menyimpulkan, sebagai media audio visual, TV mampu merebut 94% saluran masuknya pesan – pesan atau informasi ke dalam jiwa manusia yaitu lewat mata dan telinga. TV mampu untuk membuat orang pada umumnya mengingat 50% dari apa yang mereka lihat dan dengar dilayar televisi walaupun hanya sekali ditayangkan. Atau secara umum orang akan ingat 85% dari apa yang mereka lihat di TV setelah 3 jam kemudian dan 65% setelah 3 hari kemudian. Dengan demikian terutama bagi anak-anak yang pada umumnya selalu meniru apa yang mereka lihat, tidak menutup kemungkinan perilaku dan sikap anak tesebut akan mengikuti acara televisi yang ia tonton.
5.  Meningkatkan kemungkinan obesitas (kegemukan).
           
    Kita biasanya tidak berolahraga dengan cukup karena kita biasa menggunakan waktu senggang untuk menonton TV, padahal TV membentuk pola hidup yang tidak sehat. Anak-anak yang tidak mematikan TV sehingga jadi kurang bergerak beresiko untuk tidak pernah bisa memenuhi potensi mereka secara penuh. Selain itu, duduk berjam-jam di depan layar membuat tubuh tidak banyak bergerak dan menurunkan metabolisme, sehingga lemak bertumpuk, tidak terbakar dan akhirnya menimbulkan kegemukan
6.  Memperbesar kemungkinan terjangkit penyakit rabun .
 Seperti kita ketahui bahwa sebagian besar anak tidak mau beranjak dari depan televisi apabila ia sudah jatuh hati dengan acara yang disiarkan. Selain itu, jarak pandang mereka dengan televisi juga biasanya tidak sesuai dengan jarak pandang yang baik. Hal ini tentu saja terjadi berulang- ulang dan terus-menerus apabila si anak telah menjadikan kegiatan menonton televisi sebagai kebiasaan, kondisi mata yang sehat menjadi harus menggunakan kacamata setelah terbiasa menonton televisi setiap hari. Hal ini tentu saja dikarenakan oleh factor jarak pandang yang tidak sesuai dan  radiasi dari televisi itu sendiri yang bisa menyebabkan penyakit mata seperti rabun jauh ataupun rabun dekat.
     C.            Penyebab timbulnya kebiasaan menonton televisi
1.      Faktor Internal
    Timbulnya kebiasaan menonton televisi sebenarnya bisa saja datang dari dalam anak itu sendiri. Iseng dan rasa ingin tahu sebenarnya saling berkaitan erat dalam penyebab timbulnya kebiasaan menonton televisi pada anak. Rasa ingin tahu yang besar yang memang lazim terdapat pada anak-anak mendorong mereka untuk melihat dan menyaksikan apa yang ada dalam acara-acara televisi yang di siarkan. Mereka penasaran mengenai tokoh ataupun cerita yang ada di dalamnya.
2.      Faktor Eksternal
    Selain faktor yang berasal dari dalam diri anak itu sendiri, tentu saja faktor yang berasal dari luar atau eksternal juga berpengaruh dalam pembentukan kebiasaan.Faktor eksternal yang cukup berpengaruh diantaranya adalah kebiasaan orang tua, teman, waktu luang dan acara televisi yang ditayangkan.
            Faktor teman juga membentuk kebiasaan tidak jauh berbeda dengan faktor sebelumnya yaitu orang tua. Teman seringkali mempengaruhi anak untuk menonton televisi dengan mensugestikan acara-acara yang menurut teman tersebut tergolong acara yang menarik. Untuk anak usia dini mereka juga masih sering saling mengajak satu sama lain untuk menonton televisi bersama-sama sepulang sekolah.
  1. Cara Mengatasi Dampak Negatif Menonton Telavisi Pada Anak
1.                  Pengontrolan waktu menonton televisi yang tepat
    Orang tua baiknya memberi kesepakatan dengan jadwal kepada anak tentang mana acara yang boleh ditonton atau tidak, kapan boleh menonton, waktu beribadah, waktu belajar, waktu tidur, bahkan waktu membantu orang tua di rumah dan berikan sanksi bila melanggar.
2.      Pemilihan kegiatan alternatif lain yang baik untuk anak
Orang tua dapat mengajak anak untuk melekukan banyak aktivitas lain selain hanya menonton televisi. Orangtua dapat mengajak anak keluar rumah untuk menikmati alam dan lingkungan, bersosialisasi secara positif dengan orang lain. Orang tua juga dapat memperkenalkan dan mengajarkannya suatu hobi baru.
Kegiatan alternatif tersebut antara lain :
1)      Pergi ke perpustakaan atau ke toko buku terdekat
2)      Bercocok tanam
3)      Jalan-jalan
4)       Mendengarkan radio atau membaca koran
5)       Berolahraga
6)      Bakti   sosial
7)       Mengikuti Kursus.
8)       Mengerjakan keterampilan tangan
9)      Kunjungan ke kebun binatang atau museum
3.      Pembinaan hubungan komunikasi yang baik antara anak dan orang tua di rumah
Tayangan televisi yang dilihatnya setiap saat masuk ke dalam otaknya. Bagi anak yang berasal dari mutu kehidupan keluarganya baik, semua yang ia lihat di layar televisi dapat disaring melalui suasana keluarga yang harmonis, dimana orang tuanya bisa menjadi panutan. Komunikasi dan contoh orang tua dalam perilaku sehari-hari membuat benteng yang kokoh dalam membendung semua pengaruh buruk di layar televise
4.      Pengawasan tayangan televisi yang baik untuk anak
    Orang tua harus dapat memilih acara yang sesuai dengan usia anak. Jangan biarkan anak menonton acara yang tidak sesuai dengan usianya. Walaupun ada acara yang memang untuk anak-anak, perhatikan dan analisa apakah sesuai dengan anak-anak. Maksudnya tidak ada unsur kekerasan atau hal lain yang tidak sesuai dengan usia mereka.












BAB V
PENUTUP

    A.            Kesimpulan
    Berdasarkan kajian sebagaimana telah diuraikan pada bab-bab sebelumnya, dapat ditarik beberapa kesimpulan, diantaranya :
1.      Kebiasaan menonton televisi merupakan kebiasaan yang dapat ditimbulkan oleh beberapa faktor antara lain faktor internal meliputi rasa ingin tahu dan iseng, serta faktor eksternal meliputi orang tua, teman dan acara televisi itu sendiri.
2.      Disamping memberikan dampak positif, televisi juga dapat memberikan dampak negatif bagi pemirsannya khususnya anak-anak. Bahkan apabila dikaji lebih jauh, dampak negatifnya jauh lebih besar dibandingan dampak positifnya. Dampak negatif tersebut antara lain , mendorong anak menjadi berperilaku konsumtif, mengurangi semangat belajar, merenggangkan hubungan antara anak dengan orang tua dan menonjolkan peilaku imitatif.
3.      Dampak positif menonton televisi antara lain : Sebagai salah satu media belajar anak, Sebagai sumber informasi untuk mengenal dunia luar, Televisi mempunyai kecepatan dan keakuratan dalam menyajikan berita, melebihi media massa lainnya seperti surat kabar dan radio.

4.      Orang tua memiliki tanggung jawab untuk mengawasi tayangan dan jam menonton televisi yang baik untuk anak, memilihkan kegiatan alternatif untuk anak selain menonton televisi dan membina hubungan komunikasi yang baik antara anak dan orang tua di rumah.

     B.            Saran
    Adapun saran yang dapat penulis berikan berdasarkan uraian diatas yaitu :
1.      Setiap Orangtua harus bisa mengontrol tontonan anaknya. Disamping itu orang tua juga harus bisa menjadi kontrol bagi pihak penyiar televisi untuk memberikan saran ataupun kritikan bahkan menentang acara televisi yang bisa berdampak negatif bagi pemirsannya.
2.      Bagi Pemerintah harus melakukan penyaringan terhadap setiap acara televisi, serta harus adanya standarisasi film yang layang untuk di tayangkan atau tidak layak.
3.      Bagi pihak yang berwajib hendaknya menggiatkan peraturan yang telah ada dalam melindungi anak – anak dari kekeliruan dan kesalahan persepsi tentang tayangan yang tidak sesuai mereka tonton
4.      Bagi pihak penyiar televisi, seharusnya tidak hanya mementingkan keuntungan tetapi harus mempertimbngkan dampaka dari acra tersebut. Pihak penyiar juga harus mengatur acara televisi agar fungsi dari televisi sebagai sarana informatif, edukatif, rekreatif dan sebagai sarana mensosialisasikan nilai-nilai atau pemahaman-pemahaman baik yang lama maupun yang baru, dapat berjalan sebagaimana fungsinya.















DAFTAR PUSTAKA





  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar

Syukron^^