Container Icon

Amar ma'ruf Nahi munkar

Mengajak manusia kepada Allah dan mengajak mereka untuk kembali kepada ajaran Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, pasti akan mendapatkan celaan, rintangan, tuduhan dusta, bahkan dimusuhi.

Sebagaimana perkataan Waraqah bin Naufal kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

لَمْ يَأْتِ رَجُلٌ قَطُّ بِمَا جِئْتَ بِهِ إِلاَّ عُوْدِيَ

"Tidak ada seorang pun yang datang dengan mengemban ajaranmu... kecuali akan dimusuhi." [HR. Bukhari (no. 7) dan Muslim (no. 160)]

Namun demikian, hal ini tidak menjadikan hamba-hamba Allah Ta'ala yang menyeru kepada kebaikan dan melarang dari yang munkar berhenti dari memberikan peringatan.

Allah Ta'ala berfirman:

وَذَكِّرْ فَإِنَّ ٱلذِّكْرَىٰ تَنفَعُ ٱلْمُؤْمِنِينَ

"Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya PERINGATAN ITU BERMANFAAT BAGI ORANG-ORANG YANG BERIMAN." (Adz-Dzaariyaat: 55)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kau Harus Tahu

Kuberi tau kau. .
Aku ini hanya sekeping tak berarti
aku hanya mimpi yang terabai
pahamilah,
bahwa aku ini setetes embun yg menghilang,
mudah terlupakan.
Kau harus tau. .
Aku tak pernah mjd istimewa karna memang sudah beginilah adanya. .

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kumbang dan mawar kuncup

Kumbang itu datang diwaktu mawar masih kuncup. .
Hinggap di antara duri yg menemani mawar. .Mencoba menemukan sebuah harapan, menunggu dan setia menanti,
namun sayang sekali. .
Mawar tetap terdiam, tetap menguncup kokoh,
sang kumbang yang menanti menatap kuncup mawar itu berharap mawar mekar untuknya,
lagi-lagi malang,
memang sang kumbang datang di saat waktu yang tak tepat.
Mawar yang kuncup tak kan memberikan nektar manis dan keindahannya pada sang kumbang.
Lalu kumbang pun terbang, pergi menjauh mencari mawar lain yang telah mekar.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Abu Bakar dan Umar Berlomba Dalam Kebaikan

Pada masa Khulafaur Rasyidin radhiallahu ‘anhum, para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para tabi’in berlomba-lomba berbuat kebaikan dengan membantu orang yang membutuhkan dan menolong orang yang teraniaya. Abu Bakar ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhuma termasuk orang yang gigih bersaing di dalam amal kebaikan yang mulia ini, yang pelakunya mendapatkan kebaikan besar di dunia dan banyak pahala di akhirat.

Ada sebuah kisah yang terjadi pada masa Abu Bakar ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhu. Pada saat itu Umar mengawasi apa yang dilakukan oleh Abu Bakar. Lalu dia melakukan dua kali lipatnya sehingga dia mendapatkan kebaikan dan berbuat lebih dari Abu Bakar dalam hal kebaikan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

*Bicara Baik


*Bicara Baik

Ribuan tahun lalu, kita telah dinasehati: bicaralah yang baik, atau diam (kalau kalian tdk tahu dari siapa muasal nasehat ini, maka bergegaslah membaca banyak buku, bukan menghabiskan waktu tdk jelas).

Itu nasehat yang sangat relevan hingga kapan pun, bahkan besok lusa. Karena hari ini, dengan teknologi informasi yang berkembang menakjubkan, dan semua orang merasa punya kesempatan bicara apapun, termasuk menulisi dinding rumah maya seorang presiden sekalipun, masalah ini semakin kacau balau.

Bicaralah yang baik atau diam. Apa itu yang baik? Banyak definisinya, banyak penjelasannya, tapi secara umum, satu maksud dan tujuannya.

Ada orang yang mendefinisikannya (kasus yg sangat istimewa) lewat dia memutuskan bicara hanya untuk menyebut ayat2 Al Qur'an--tidak utk yg lain. Jadi kalau kita mengajak dia mengobrol, dia akan menjawab dengan kalimat dalam Al Qur'an, ada kisahnya orang ini. Hebat sekali. Dan percakapan itu tetap nyambung, nyaman, dan efektif. Karena kalimat dalam Al Qur'an lebih dari cukup sbg bahan percakapan. Dan dia jelas tidak akan bicara hal2 yg tdk penting, karena hal2 sepele bisa diselesaikan tanpa harus mengeluarkan sepotong kata pun.

Tapi kita tidak se-level dgn beginian, bukan soal menghafal Al Qur'annya hingga kita bisa punya kosa kalimat yg banyak sbg bahan percakapan--itu terlalu sulit buat sebagian besar orang. Tapi lebih karena sejak kecil kita terlanjur suka bicara apapun. Hal2 yang sepele sekalipun kita komentari, kita bicarakan, hal2 yg sudah tahu sama tahu, kita ributkan, padahal sama saja yang diributkan.

Apa itu bicara baik. Silahkan membuka buku2 yang membahas hal tersebut jika ingin tahu lebih komprehensif. Banyak bukunya. Catatan ini hanya disiapkan untuk menjelaskan simpel dari kaca mata yg berbeda. Maka, apa itu bicara yang baik, menurut hemat saya ada tiga level saat orang memutuskan bicara/menulis baik:

1. Menghibur atau menemani
2. Bermanfaat
3. Menginspirasi

Level paling rendah adalah menghibur atau menemani. Banyak contohnya, kita bisa menghibur atau menemani orang lain lewat mengobrol/tulisan. Level kedua bermanfaat, jadi tdk hanya menghibur dan menemani, tapi juga bisa memberikan pengetahuan baru, informasi baru, pun kesempatan baru. Dan level tertinggi adalah menginspirasi, ketika tulisan atau percakapan kita tidak hanya memenuhi level satu dan duanya, tapi sekaligus berhasil menggugah orang lain agar lebih baik.

Nah, sebaliknya, ada tiga level juga apa itu yang disebut bicara/menulis buruk:

1. Sia-sia, bicara kosong
2. Mengganggu dan menyakiti
3. Menyesatkan dan merusak

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Mutiara Generasi Terbaik

Bacalah perkataan Pendahulu-pendahulu kita yang sholih ini.............

#Takut Akan Syahwat #

“Abu Hurairah pernah berkata pada akhir-akhir usianya,”Ya Allah aku berlindung kepadamu dari melakukan zina dan dosa-dosa besar lainnya”. Kemudian dikatakan kepadanya, “Apakah engkau masih takut zina padahal engkau sudah tua dan sudah terputus syahwatmu?”. Beliau mengatakan, “Bagaimana aku bisa merasa aman, padahal iblis masih hidup?””



=====================================
Muhammad ibnu Sirin rahimahullah mengatakan,

“Saya tidak pernah dengki kepada orang lain dalam perkara dunia, karena apabila dia ditetapkan sebagai ahli jannah, bagaimana bisa saya mendengkinya dalam perkara dunia, sementara dia berjalan menuju jannah. Sebaliknya, jika dia adalah ahli naar, bagaimana bisa saya dengki kepadanya dalam perkara dunia, sementara dia berjalan menuju naar” [Muktashar Minhajul Qashidin 177].

 =========================================
 Dari Al-Agharr Al-Muzany radhiyallâhu ‘anhu, Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sungguh kadang terasa mendung hatiku, dan saya (pun) membaca istighfar (memohon pengampunan Allah) dalam sehari sebanyak seratus kali.”

[Diriwayatkan oleh Muslim]

======================================
"Sebagian orang cinta kebaikan dan istiqomah, akan tetapi ia hanya tinggal di lautan angan-angan... Ia berharap istiqomah tanpa beramal...
Angan-angan semata tanpa disertai amalan tidak akan bermanfaat bagi seseorang
Ibnul Qoyyim berkata ;
المتمنى من أعجز الناس وأفلسهم، فإن التمنى رأس أموال المفاليس
"Seorang tukang berangan-angan adalah manusia yang paling tidak mampu dan paling merugi, karena angan-angan adalah modalnya orang-orang yang bangkrut"
(Dari tweet Sykh Sa'ad Al-Khotslaan)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bahaya Menyembunyikan Ilmu



عن أبي هريرة أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال مثل الذي يتعلم العلم ثم لا يحدث به كمثل الذي يكنز الكنز فلا ينفق منه

Dari Abu Hurairah : Bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Perumpamaan orang yang mempelajari ilmu kemudian tidak menyampaikannya adalah seperti orang yang menyimpan harta namun tidak menafkahkannya darinya (membayarkan zakatnya)” [Diriwayatkan oleh Ath-Thabaraniy dalam Al-Ausath no. 689; shahih – lihat Ash-Shahiihah no. 3479].

Dalam hadist yang lain :

عن أبي هريرة قال : قال رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلم: "من سئل عن علمٍ فكتمه ألجمه اللّه بلجام من نارٍ يوم القيامة".

Dari Abu Hurairah, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Barangsiapa yang ditanya tentang satu ilmu lalu menyembunyikannya, niscaya Allah akan mengikatnya dengan tali kekang dari api neraka di hari kiamat kelak”

[Diriwayatkan oleh Abu Dawud no. 3658, At-Tirmidziy no. 2649, Ath-Thayalisiy no. 2534, Ibnu Abi Syaibah 9/55, Ahmad 2/263 & 305 & 344 & 353 & 499 & 508, Ibnu Maajah no. 261, Ibnu Hibbaan no. 95, Al-Haakim 1/101, Al-Baghawiy no. 140, dan yang lainnya; shahih].

✔ Ketika dirimu ditanya tentang sesuatu yang TIDAK ENGKAU KETAHUI maka ucapkanlah Wallahu A'lam

عن علي بن أبي طالب رضي الله عنه قال: (يا بردها على الكبد!! أن تقول لما لا تعلم الله أعلم

Artinya: “Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata: ” Sungguh sangat sejuk di dalam hati…ketika kamu mengatakan sesuatu yang kamu tidak ketahui: “Allah a’lam (Allah lebih mengetahui)”.

[Riwayat shahih oleh Ad-Darimi (1/175,176), Ibnu Asakir di dalam kitab Tarikh Dimasyq (42/510) dan al-Khathib di dalam kitab al-Faqih wa al-Mutafaqqih (2/362) dari riwayat ‘Atha’ ni as-saib dari Abul Bakhtari dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu]

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS