Container Icon
Tampilkan postingan dengan label Muhasabah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muhasabah. Tampilkan semua postingan

Aku dan Seseorang yang Seringkali Membuatku Menangis


Aku dan seseorang yang seringkali membuatku menangis

Kutulis ini dengan mata yang basah akan air mata.
Sebuah ungkapan dari bilik hatiku yang terdalam untuk seseorang yang begitu aku cinta, sekalipun aku sadar cintaku tak sebanding dengan pengorbanannya…
Wahai ibundaku…
Teringat hari-hari yang telah terlewati,
Waktu itu dengan tubuhmu yang dalam keadaan payah dan sakit engkau masih sempat membuatkan kami sarapan, tetap tersenyum dan berkata “tidak apa-apa. Nanti juga sembuh nak, belajarlah….”
Sepnjang perjalanan aku terus menangis hingga sampai di kampuspun aku ingin pulang.
Malamnya…..
Engkau menggigil kedinginan menahan rasa sakitmu, lalu dengan gigih engkau menolak untuk dibawa ke dokter….
“tidak apa-apa nak, nanti juga sembuh” selalu itu yang kau ucapkan dan membuatku semakin pilu menahan air mataku….
Ibunda…. Aku tau engkau menahan sakit yang tiada terkira. Tapi engkau masih sempat bertanya “ apa kalian sudah makan? Cepat makan dulu, kalian harus makan….”
Duhai ibuku, bagaimana kami bisa makan sementara melihat engkau dalam keadaan yang semakin payah.
Dan akhirnya aku bersyukur hatimu luluh setelah tangisan kami memohon dan memaksamu untuk ke dokter.

Wahai ibundaku sayang…..
Ketika opname, Aku ingat, malam itu engkau menggigil lagi dan aku tak mampu melakukan apapun selain memelukmu untuk menghangatkanmu dan aku pun menangis lagi,,,,,
Lalu siang itu engkau yang masih terbaring di ranjang rumah sakit  masih sempat meminta untuk dibawakan kacamata dan al-qur’an untuk kau baca…..
Aku pun menangis lagi…aku sadar betapa lalainya aku. Sementara engkau yang terbaring sakit masih merindukan al-qur’an,  sementara aku ? Yaa Alloh, ampunilah aku…..

Lalu akupun duduk disampingmu sekedar membagi cerita, lalu aku ingat perkataanmu  waktu itu “Nak, seorang ibu itu slalu mendo’akan kebaikan untuk anaknya, tiap malam ketika malas untuk bangun qiyamul lail, lalu teringat anak-anaknya maka dia akan berusaha kuat untuk bangun sekedar untuk medo’akan anak-anaknya agar sukses dan sehat selalu’’
Allahu akbar….dengan apa lagi aku bisa menutupi cucuran air mataku ini bunda….Sungguh engkau adalah seorang yang mulia dan dimuliakan oleh Alloh dan Rasul-Nya…
Bahkan di rumah ketika engkau masih dalam keadaan sakit waktu itu, engkau mendengar suara batuk dari anak-anakmu maka engkau sibuk menasehati kami untuk cepat berobat dan pergi priksa ke dokter,
Mendatangi kamar kami dan mengulangi nasehat itu lagi dengan lembut…
Bundaa , ini hanya batuk biasa, sama sekali takada apa-apanya dengan sakit yang engkau derita.

Lalu malam ini kau buat aku menangis lagi….
Sentuhan kasih sayangmu selalu ada disaat tubuh ini layu dan payah…mengantarkan obat dan makanan ke kamar dan merawat ku dengan sepenuh hati…
Bunda, aku semakin tak mampu menahan air mata ini….aku belum melakukan apapun yang mampu membuatmu bahagia… tapi engkau tak pernah lelah mencurahkan semua perhatian dan kasih sayang yang luar biasa pada kami anak-anakmu….

Ibuku sayang….kau seringkali membuatku menangis karana cintamu yang begitu tulus padaku sementara aku tak mampu melakukan apapun untuk membalas cintamu itu….
Yaa Alloh, sayangilah ibuku……

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Untukmu ukhti.........


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

BERSYUKUR


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

NASEHAT




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Frozen cherry

Subhanallaah..............

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

KEBANYAKAN MANUSIA TERJATUH DALAM KESESATAN DAN SEMUA KEMAKSIATAN DISEBABKAN TEMAN DEKATNYA

Ketahuilah sesungguhnya kebanyakan manusia terjatuh dalam kesesatan dan semua kemaksiatan disebabkan teman dekatnya...

Diriwayatkan Abdurrozak bin Abdu bin Hamid dalam tafsir keduanya dan selain keduanya,

"dua mukmin yang bersaudara dan dua Kafir yang bersaudara,
...
Telah meninggal seorang mukmin dan dikabarkan masuk surga,

maka ia menceritakan saudaranya,

"Ya Alloh sesungguhnya saudaraku fulan dulu telah mengajakku untuk ta'at kepada-Mu dan ta'at kepada rosul-Mu,

dan mengajakku dalam kebaikan, dan melarangku dari kejelekan dan mengabarkanku sesungguhnya aku akan berjumpa dengan-Mu,

Ya Alloh jangan sesatkan dia setelah meninggalku sampai Engkau melihatnya apa yang Engkau lihat dariku dan Engkau meridho'inya seperti Engkau meridho'iku,"

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

KHUTBAH IBLIS YANG SANGAT MENYENTUH HATI…

Iblis berkhutbah…??, benar…ia berkhutbah…bahkan khutbah yang paling menyentuh hati…tidak ada khutbah yang menyentuh hati sebagaimana khutbah Iblis ini.

Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata ...:

إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ ، قَامَ إِبْلِيْسُ خَطِيْبًا عَلَى مِنْبَرٍ مِنْ نَارٍ ، فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدْتُكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ

"Tatkala hari kiamat Iblis berdiri di atas sebuah mimbar dari api lalu berkhutbah seraya berkata, "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya…" (Tafsiir At-Thobari 16/563)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Fakta Ilmiah dari Al Quran Yang Kebenarannya Telah Terbukti



Jaques Yves Cousteau, seorang Oceanografer berkebangsaan Prancis, menemukan pertemuan dua lautan (pertemuan Samudra Atlantik dan Mediterania) yang tidak bercampur satu sama lain. Menurutnya, fenomena aneh ini seolah ada dinding yang membatasi kedua aliran air tersebut. Seorang muslim menjelaskan kepada Cousteau bahwa ...fenomena ini sudah dijelaskan dalam Al Quran pada zaman dahulu.

"Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampui masing-masing." (QS Ar-Rahman: 19-20).

"Dan Dialah (Allah) yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan), yang satu tawar dan segar dan yang lainnya asin. Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus," (QS Al Furqan: 53).

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

MOTIVASI DALAM MENUNTUT ILMU


■ Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhu mengatakan:
"Mengulangi ilmu (muroja'ah) sebagian malam lebih aku cintai dari pada menghidupkan malam itu seluruhnya (dengan ibadah sholat)."

■ Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu mengatakan:
"Duduk sesaat hingga aku memahami ilmu agama lebih aku cintai dari pada menghidupkan semalam suntuk (dengan beribadah)."

■ Imam an-Nawawi ra...himahullah bertutur:
"Tidak ada amalan setelah ibadah fardu yang lebih utama dari pada menuntut ilmu."

■ Muthorrof -murid Imam Malik bin Anas- rahimahumallah berkata:
"Keutamaan ilmu lebih menakjubkan bagiku dari pada keutamaan beribadah."

■ al-Fudhail bin 'Iyadh rahimahullah mengatakan:
"Orang yang diberi ilmu itu banyak, namun orang yang diberi hikmah itu sedikit, maka berharaplah hikmah dari menuntut ilmu, sebab siapa yang diberi hikmah maka ia telah diberi kebaikan yang melimpah."

(al-Mulim fi al-Aqwal al-Musyawwaqah li Tholibil-'ilmi karya Dr. Muh. Fahd al-Wad'an, hal. 14-15)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Diampuni Dosa karena Bersih dari Syirik


Di antara keutamaan orang yang mati dan bersih dari syirik adalah jika ia membawa dosa yang begitu banyak, maka itu bisa terhapus atau diampuni karena ketauhidan yang ia miliki. Jadi, syaratnya adalah asalkan ia bersih dari syirik. Inilah yang menunjukkan rahmat Allah bagi setiap hamba-Nya yang bertauhid dan bersih dari syirik.
Dalam hadits qudsi dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman:
يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِى بِقُرَابِ الأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيتَنِى لاَ تُشْرِكُ بِى شَيْئًا لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً
Wahai anak Adam, jika engkau mendatangi-Ku dengan dosa sepenuh bumi kemudian engkau tidak berbuat syirik pada-Ku dengan sesuatu apa pun, maka Aku akan mendatangimu dengan ampunan sepenuh bumi itu pula.” (HR. Tirmidzi no. 3540. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan gharib. Sanad hadits ini hasan sebagaimana dikatakan oleh Al Hafizh Abu Thohir)

Makna Hadits

Walau seseorang mendatangi Allah dengan dosa sepenuh bumi dan ia memenuhi syarat -walau terasa berat- yaitu berjumpa Allah dalam keadaan bersih dari dosa syirik, maka ia akan meraih ampunan. Syarat yang dimaksud adalah bersih dari syirik yang banyak atau pun yang sedikit, begitu pula selamat dari syirik yang kecil maupun yang besar.
Seseorang tidak bisa selamat dari syirik tersebut melainkan dengan keselamatan dari yang Allah berikan, yaitu menghadap Allah dalam keadaan hati yang bersih (selamat). Sebagaimana AllahTa’ala berfirman,
يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ (88) إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ (89)
(Yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih” (QS. Asy Syu’araa’: 88-89).
Syaikh Sulaiman bin ‘Abdullah bin Muhammad At Tamimi berkata, “Hadits di atas  menunjukkan pahala yang besar dari tauhid, juga menunjukkan luasnya karunia Allah. Karena dalam hadits dijanjikan bahwa siapa di antara hamba yang mendatangi Allah dengan dosa sepenuh bumi dan ia mati di atas tauhid, maka ia akan mendapatkan ampunan terhadap dosa sepenuh itu pula.” (Taisir Al ‘Azizil Hamid, 1: 248).
Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah berkata, “Mentauhidkan Allah (tidak berbuat syirik, -pen) adalah sebab utama mendapatkan ampunan. Siapa yang tidak mentauhidkan Allah (terjerumus dalam kesyirikan dan tidak bertaubat sampai mati, -pen), maka ia akan luput dari ampunan Allah.” (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 2: 416)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Syirik itu ada dua macam, yaitu syirik besar dan syirik kecil. Siapa yang bersih dari kedua syirik tersebut, maka ia pasti masuk surga. Siapa yang mati dalam keadaan berbuat syirik besar, maka ia pasti masuk neraka. Barangsiapa yang mati dalam keadaan bersih dari syirik besar, namun masih memiliki syirik kecil dan punya kebaikan lainnya yang mengalahkan dosa-dosanya, maka ia masuk surga. Karena kebaikan bisa saja mengalahkan syirik kecil yang sedikit. Sedangkan jika ia bebas dari syirik besar akan tetapi ia masih memiliki syirik kecil yang banyak sehingga kejelekannya mengalahkan timbangan kebaikan, maka ia masuk neraka. Intinya, syirik itu membuat hamba itu disiksa, baik itu syirik besar maupun syirik kecil. Namun jika syiriknya adalah syirik kecil dan jumlahnya sedikit dan keikhlasan dia bisa mengalahkan dosa syirik kecil tersebut, maka ia tidak disiksa.” (Dinukil dari Taisirul ‘Azizil Hamid, 1: 247).

Sanggahan untuk Khawarij dan Mu’tazilah

Hadits di atas juga berisi bantahan terhadap Khawarij yang mengkafirkan seorang muslim karena dosa besar. Begitu pula hadits tersebut sekaligus bantahan pada Mu’tazilah yang berpendapat bahwa orang fasik (gemar maksiat) berada dalam ‘manzilah baina manzilatain’ (di antara dua keadaan), yaitu bukan mukmin dan bukan pula kafir, namun kelak ia akan kekal dalam neraka. Yang benar adalah yang menjadi akidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah yaitu orang fasik tidaklah disematkan iman pada dirinya secara mutlak, begitu pula tidak dihilangkan secara mutlak, namun orang fasik dikatakan mukmin namun kurang imannya atau disebut mukmin namun ahli maksiat, atau bisa disebut pula mukmin dengan imannya dan fasik dengan dosa besar yang ia perbuat.

Laa Ilaha illallah Tidak Cukup di Lisan

Jika kita menggabungkan beberapa hadits dengan hadits yang kita kaji saat ini, maka kita bisa tarik pelajaran penting bahwa laa ilaha illallah tidak cukup di lisan. Namun laa ilaha illalah harus pula disertai dengan menjalankan konsekuensinya, yaitu meninggalkan kesyirikan atau tradisi syirik.
Inilah yang kita pahami dari dua hadits berikut ini:
  1. Hadits muttafaqun ‘alaih, dari ‘Itban bin Malik bin ‘Amr bin Al ‘Ajlan Al Anshori, Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    فَإِنَّ اللَّهَ حَرَّمَ عَلَى النَّارِ مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ . يَبْتَغِى بِذَلِكَ وَجْهَ اللَّهِ
    Sesungguhnya Allah mengharamkan dari neraka, bagi siapa yang mengucapkan laa ilaha illallah (tiada sesembahan yang benar disembah selain Allah) yang dengannya mengharap wajah Allah” (HR. Bukhari no. 425 dan Muslim no. 33).
  2. Hadits dari ‘Ubadah bin Ash Shomit, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,
    مَنْ شَهِدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ ، وَأَنَّ عِيسَى عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ وَكَلِمَتُهُ ، أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ ، وَرُوحٌ مِنْهُ ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ ، أَدْخَلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ عَلَى مَا كَانَ مِنَ الْعَمَلِ
    Barangsiapa bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya; begitu juga bersaksi bahwa ‘Isa adalah hamba Allah dan Rasul-Nya, serta kalimat-Nya (yaitu Allah menciptakan Isa dengan kalimat ‘kun’, -pen) yang disampaikan pada Maryam dan ruh dari-Nya; juga bersaksi bahwa surga dan neraka benar adanya; maka Allah akan memasukkan-Nya dalam surga apa pun amalnya.” (HR. Bukhari no. 3435 dan Muslim no. 28)
Kedua hadits di atas dipahami bahwa kalimat laa ilaha illallah tidak hanya di lisan, namun harus juga dengan memahami makna kalimat mulia tersebut dan meninggalkan kesyirikan. Inilah yang dapat dipahami dari hadits Anas bin Malik yang kita ulas kali ini.
Semoga kita dapat berjumpa dengan Allah dalam keadaan hati yang bersih dari syirikHanya Allah yang memberi taufik.

Pesantren Darush Sholihin, Panggang-Gunungkidul, 5 Jumadal Ula 1434 H
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel Muslim.Or.Id

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Yang Selalu bisa Diandalkan

Apapun yang terjadi selalu ada yang bisa diandalkan....
kau seharusnya sudah tau...
sudah paham benar tentang ini,
tapi kadang mungkin terlupa....
di saat kita terjepit, di saat seolah tak ada harapan dan ketika semua seolah mencekik..
seakan semua menjauh , keadaan membuat sesak
tapi satu hal... slalu ada yang bisa diandalkan...

-Alloh Yang Maha Kuasa-

Mintalah pada Nya....
Mengemislah....
Lalu bertawakalllah hanya pada Allohu Rabbi...........

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Uwais Al Qorni


Telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb; Telah menceritakan kepada kami Hasyim bin Al Qasim; Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Al Mughirah; Telah menceritakan kepadaku Sa'id Al Jurairi dari Abu Nadhrah dari Usair bin Jabir bahwa penduduk Kufah mengutus beberapa utusan kepada Umar bin Khaththab, dan di antara mereka ada seseorang yang biasa mencela Uwais. Maka Umar berkata; "Apakah di sini ada yang berasal dari Qaran. Lalu orang itu menghadap Umar. Kemudian Umar berkata: 'Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: "Sesungguhnya akan datang kepadamu seorang laki-laki dari Yaman yang biasa dipanggil dengan Uwais. Dia tinggal di Yaman bersama Ibunya. Dahulu pada kulitnya ada penyakit belang (berwarna putih). Lalu dia berdo'a kepada Allah, dan Allahpun menghilangkan penyakit itu, kecuali tinggal sebesar uang dinar atau dirham saja. Barang siapa di antara kalian yang menemuinya, maka mintalah kepadanya untuk memohonkan ampun kepada Allah untuk kalian." Telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Harb dan Muhammad bin Al Mutsanna keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami 'Affan bin Muslim; Telah menceritakan kepada kami Hammad yaitu Ibnu Salamah dari Sa'id Al Jurairi melalui jalur ini dari 'Umar bin Al Khaththab dia berkata; Sungguh aku telah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sebaik-baik tabi'in, adalah seorang laki-laki yang dibiasa dipanggil Uwais, dia memiliki ibu, dan dulu dia memiliki penyakit belang ditubuhnya. Carilah ia, dan mintalah kepadanya agar memohonkan ampun untuk kalian. - HR MUslim No. Hadist: 4612

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

KUPU KUPU

Kupu-kupu tak pernah tahu warna sayapnya,
Tetapi orang mengetahui betapa indah sayapnya,
Seperti juga engkau tak pernah tahu indahnya dirimu..........
Tetapi Alloh mengetahui betapa istimewanya dirimu 
Ketika engkau memegang teguh syariat-Nya ....
Ketika engkau ridho atas takdir-Nya...
Ketika dirimu tersenyum menerima ujian ...
Dan dirimu selalu tegar dalam pendirian ....
Maka saat itulah engkau menjadi hamba terindah di mata-Nya 
Semoga dirimu, diriku dan kita semua menjadi terpilih oleh-Nya
 Via: Majalah Qiblati |

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Do'a



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Amar ma'ruf Nahi munkar

Mengajak manusia kepada Allah dan mengajak mereka untuk kembali kepada ajaran Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, pasti akan mendapatkan celaan, rintangan, tuduhan dusta, bahkan dimusuhi.

Sebagaimana perkataan Waraqah bin Naufal kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

لَمْ يَأْتِ رَجُلٌ قَطُّ بِمَا جِئْتَ بِهِ إِلاَّ عُوْدِيَ

"Tidak ada seorang pun yang datang dengan mengemban ajaranmu... kecuali akan dimusuhi." [HR. Bukhari (no. 7) dan Muslim (no. 160)]

Namun demikian, hal ini tidak menjadikan hamba-hamba Allah Ta'ala yang menyeru kepada kebaikan dan melarang dari yang munkar berhenti dari memberikan peringatan.

Allah Ta'ala berfirman:

وَذَكِّرْ فَإِنَّ ٱلذِّكْرَىٰ تَنفَعُ ٱلْمُؤْمِنِينَ

"Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya PERINGATAN ITU BERMANFAAT BAGI ORANG-ORANG YANG BERIMAN." (Adz-Dzaariyaat: 55)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kumbang dan mawar kuncup

Kumbang itu datang diwaktu mawar masih kuncup. .
Hinggap di antara duri yg menemani mawar. .Mencoba menemukan sebuah harapan, menunggu dan setia menanti,
namun sayang sekali. .
Mawar tetap terdiam, tetap menguncup kokoh,
sang kumbang yang menanti menatap kuncup mawar itu berharap mawar mekar untuknya,
lagi-lagi malang,
memang sang kumbang datang di saat waktu yang tak tepat.
Mawar yang kuncup tak kan memberikan nektar manis dan keindahannya pada sang kumbang.
Lalu kumbang pun terbang, pergi menjauh mencari mawar lain yang telah mekar.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Abu Bakar dan Umar Berlomba Dalam Kebaikan

Pada masa Khulafaur Rasyidin radhiallahu ‘anhum, para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para tabi’in berlomba-lomba berbuat kebaikan dengan membantu orang yang membutuhkan dan menolong orang yang teraniaya. Abu Bakar ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhuma termasuk orang yang gigih bersaing di dalam amal kebaikan yang mulia ini, yang pelakunya mendapatkan kebaikan besar di dunia dan banyak pahala di akhirat.

Ada sebuah kisah yang terjadi pada masa Abu Bakar ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhu. Pada saat itu Umar mengawasi apa yang dilakukan oleh Abu Bakar. Lalu dia melakukan dua kali lipatnya sehingga dia mendapatkan kebaikan dan berbuat lebih dari Abu Bakar dalam hal kebaikan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

*Bicara Baik


*Bicara Baik

Ribuan tahun lalu, kita telah dinasehati: bicaralah yang baik, atau diam (kalau kalian tdk tahu dari siapa muasal nasehat ini, maka bergegaslah membaca banyak buku, bukan menghabiskan waktu tdk jelas).

Itu nasehat yang sangat relevan hingga kapan pun, bahkan besok lusa. Karena hari ini, dengan teknologi informasi yang berkembang menakjubkan, dan semua orang merasa punya kesempatan bicara apapun, termasuk menulisi dinding rumah maya seorang presiden sekalipun, masalah ini semakin kacau balau.

Bicaralah yang baik atau diam. Apa itu yang baik? Banyak definisinya, banyak penjelasannya, tapi secara umum, satu maksud dan tujuannya.

Ada orang yang mendefinisikannya (kasus yg sangat istimewa) lewat dia memutuskan bicara hanya untuk menyebut ayat2 Al Qur'an--tidak utk yg lain. Jadi kalau kita mengajak dia mengobrol, dia akan menjawab dengan kalimat dalam Al Qur'an, ada kisahnya orang ini. Hebat sekali. Dan percakapan itu tetap nyambung, nyaman, dan efektif. Karena kalimat dalam Al Qur'an lebih dari cukup sbg bahan percakapan. Dan dia jelas tidak akan bicara hal2 yg tdk penting, karena hal2 sepele bisa diselesaikan tanpa harus mengeluarkan sepotong kata pun.

Tapi kita tidak se-level dgn beginian, bukan soal menghafal Al Qur'annya hingga kita bisa punya kosa kalimat yg banyak sbg bahan percakapan--itu terlalu sulit buat sebagian besar orang. Tapi lebih karena sejak kecil kita terlanjur suka bicara apapun. Hal2 yang sepele sekalipun kita komentari, kita bicarakan, hal2 yg sudah tahu sama tahu, kita ributkan, padahal sama saja yang diributkan.

Apa itu bicara baik. Silahkan membuka buku2 yang membahas hal tersebut jika ingin tahu lebih komprehensif. Banyak bukunya. Catatan ini hanya disiapkan untuk menjelaskan simpel dari kaca mata yg berbeda. Maka, apa itu bicara yang baik, menurut hemat saya ada tiga level saat orang memutuskan bicara/menulis baik:

1. Menghibur atau menemani
2. Bermanfaat
3. Menginspirasi

Level paling rendah adalah menghibur atau menemani. Banyak contohnya, kita bisa menghibur atau menemani orang lain lewat mengobrol/tulisan. Level kedua bermanfaat, jadi tdk hanya menghibur dan menemani, tapi juga bisa memberikan pengetahuan baru, informasi baru, pun kesempatan baru. Dan level tertinggi adalah menginspirasi, ketika tulisan atau percakapan kita tidak hanya memenuhi level satu dan duanya, tapi sekaligus berhasil menggugah orang lain agar lebih baik.

Nah, sebaliknya, ada tiga level juga apa itu yang disebut bicara/menulis buruk:

1. Sia-sia, bicara kosong
2. Mengganggu dan menyakiti
3. Menyesatkan dan merusak

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Mutiara Generasi Terbaik

Bacalah perkataan Pendahulu-pendahulu kita yang sholih ini.............

#Takut Akan Syahwat #

“Abu Hurairah pernah berkata pada akhir-akhir usianya,”Ya Allah aku berlindung kepadamu dari melakukan zina dan dosa-dosa besar lainnya”. Kemudian dikatakan kepadanya, “Apakah engkau masih takut zina padahal engkau sudah tua dan sudah terputus syahwatmu?”. Beliau mengatakan, “Bagaimana aku bisa merasa aman, padahal iblis masih hidup?””



=====================================
Muhammad ibnu Sirin rahimahullah mengatakan,

“Saya tidak pernah dengki kepada orang lain dalam perkara dunia, karena apabila dia ditetapkan sebagai ahli jannah, bagaimana bisa saya mendengkinya dalam perkara dunia, sementara dia berjalan menuju jannah. Sebaliknya, jika dia adalah ahli naar, bagaimana bisa saya dengki kepadanya dalam perkara dunia, sementara dia berjalan menuju naar” [Muktashar Minhajul Qashidin 177].

 =========================================
 Dari Al-Agharr Al-Muzany radhiyallâhu ‘anhu, Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sungguh kadang terasa mendung hatiku, dan saya (pun) membaca istighfar (memohon pengampunan Allah) dalam sehari sebanyak seratus kali.”

[Diriwayatkan oleh Muslim]

======================================
"Sebagian orang cinta kebaikan dan istiqomah, akan tetapi ia hanya tinggal di lautan angan-angan... Ia berharap istiqomah tanpa beramal...
Angan-angan semata tanpa disertai amalan tidak akan bermanfaat bagi seseorang
Ibnul Qoyyim berkata ;
المتمنى من أعجز الناس وأفلسهم، فإن التمنى رأس أموال المفاليس
"Seorang tukang berangan-angan adalah manusia yang paling tidak mampu dan paling merugi, karena angan-angan adalah modalnya orang-orang yang bangkrut"
(Dari tweet Sykh Sa'ad Al-Khotslaan)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bahaya Menyembunyikan Ilmu



عن أبي هريرة أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال مثل الذي يتعلم العلم ثم لا يحدث به كمثل الذي يكنز الكنز فلا ينفق منه

Dari Abu Hurairah : Bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Perumpamaan orang yang mempelajari ilmu kemudian tidak menyampaikannya adalah seperti orang yang menyimpan harta namun tidak menafkahkannya darinya (membayarkan zakatnya)” [Diriwayatkan oleh Ath-Thabaraniy dalam Al-Ausath no. 689; shahih – lihat Ash-Shahiihah no. 3479].

Dalam hadist yang lain :

عن أبي هريرة قال : قال رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلم: "من سئل عن علمٍ فكتمه ألجمه اللّه بلجام من نارٍ يوم القيامة".

Dari Abu Hurairah, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Barangsiapa yang ditanya tentang satu ilmu lalu menyembunyikannya, niscaya Allah akan mengikatnya dengan tali kekang dari api neraka di hari kiamat kelak”

[Diriwayatkan oleh Abu Dawud no. 3658, At-Tirmidziy no. 2649, Ath-Thayalisiy no. 2534, Ibnu Abi Syaibah 9/55, Ahmad 2/263 & 305 & 344 & 353 & 499 & 508, Ibnu Maajah no. 261, Ibnu Hibbaan no. 95, Al-Haakim 1/101, Al-Baghawiy no. 140, dan yang lainnya; shahih].

✔ Ketika dirimu ditanya tentang sesuatu yang TIDAK ENGKAU KETAHUI maka ucapkanlah Wallahu A'lam

عن علي بن أبي طالب رضي الله عنه قال: (يا بردها على الكبد!! أن تقول لما لا تعلم الله أعلم

Artinya: “Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata: ” Sungguh sangat sejuk di dalam hati…ketika kamu mengatakan sesuatu yang kamu tidak ketahui: “Allah a’lam (Allah lebih mengetahui)”.

[Riwayat shahih oleh Ad-Darimi (1/175,176), Ibnu Asakir di dalam kitab Tarikh Dimasyq (42/510) dan al-Khathib di dalam kitab al-Faqih wa al-Mutafaqqih (2/362) dari riwayat ‘Atha’ ni as-saib dari Abul Bakhtari dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu]

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS