Container Icon
Tampilkan postingan dengan label Curahan Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curahan Hati. Tampilkan semua postingan

Aku dan Seseorang yang Seringkali Membuatku Menangis


Aku dan seseorang yang seringkali membuatku menangis

Kutulis ini dengan mata yang basah akan air mata.
Sebuah ungkapan dari bilik hatiku yang terdalam untuk seseorang yang begitu aku cinta, sekalipun aku sadar cintaku tak sebanding dengan pengorbanannya…
Wahai ibundaku…
Teringat hari-hari yang telah terlewati,
Waktu itu dengan tubuhmu yang dalam keadaan payah dan sakit engkau masih sempat membuatkan kami sarapan, tetap tersenyum dan berkata “tidak apa-apa. Nanti juga sembuh nak, belajarlah….”
Sepnjang perjalanan aku terus menangis hingga sampai di kampuspun aku ingin pulang.
Malamnya…..
Engkau menggigil kedinginan menahan rasa sakitmu, lalu dengan gigih engkau menolak untuk dibawa ke dokter….
“tidak apa-apa nak, nanti juga sembuh” selalu itu yang kau ucapkan dan membuatku semakin pilu menahan air mataku….
Ibunda…. Aku tau engkau menahan sakit yang tiada terkira. Tapi engkau masih sempat bertanya “ apa kalian sudah makan? Cepat makan dulu, kalian harus makan….”
Duhai ibuku, bagaimana kami bisa makan sementara melihat engkau dalam keadaan yang semakin payah.
Dan akhirnya aku bersyukur hatimu luluh setelah tangisan kami memohon dan memaksamu untuk ke dokter.

Wahai ibundaku sayang…..
Ketika opname, Aku ingat, malam itu engkau menggigil lagi dan aku tak mampu melakukan apapun selain memelukmu untuk menghangatkanmu dan aku pun menangis lagi,,,,,
Lalu siang itu engkau yang masih terbaring di ranjang rumah sakit  masih sempat meminta untuk dibawakan kacamata dan al-qur’an untuk kau baca…..
Aku pun menangis lagi…aku sadar betapa lalainya aku. Sementara engkau yang terbaring sakit masih merindukan al-qur’an,  sementara aku ? Yaa Alloh, ampunilah aku…..

Lalu akupun duduk disampingmu sekedar membagi cerita, lalu aku ingat perkataanmu  waktu itu “Nak, seorang ibu itu slalu mendo’akan kebaikan untuk anaknya, tiap malam ketika malas untuk bangun qiyamul lail, lalu teringat anak-anaknya maka dia akan berusaha kuat untuk bangun sekedar untuk medo’akan anak-anaknya agar sukses dan sehat selalu’’
Allahu akbar….dengan apa lagi aku bisa menutupi cucuran air mataku ini bunda….Sungguh engkau adalah seorang yang mulia dan dimuliakan oleh Alloh dan Rasul-Nya…
Bahkan di rumah ketika engkau masih dalam keadaan sakit waktu itu, engkau mendengar suara batuk dari anak-anakmu maka engkau sibuk menasehati kami untuk cepat berobat dan pergi priksa ke dokter,
Mendatangi kamar kami dan mengulangi nasehat itu lagi dengan lembut…
Bundaa , ini hanya batuk biasa, sama sekali takada apa-apanya dengan sakit yang engkau derita.

Lalu malam ini kau buat aku menangis lagi….
Sentuhan kasih sayangmu selalu ada disaat tubuh ini layu dan payah…mengantarkan obat dan makanan ke kamar dan merawat ku dengan sepenuh hati…
Bunda, aku semakin tak mampu menahan air mata ini….aku belum melakukan apapun yang mampu membuatmu bahagia… tapi engkau tak pernah lelah mencurahkan semua perhatian dan kasih sayang yang luar biasa pada kami anak-anakmu….

Ibuku sayang….kau seringkali membuatku menangis karana cintamu yang begitu tulus padaku sementara aku tak mampu melakukan apapun untuk membalas cintamu itu….
Yaa Alloh, sayangilah ibuku……

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kenangan

Kaliurang ....
Merindukan saat2 praktikum ekologi di tempat ini :')
Mencari spesies imut, Planaria sp. dan akhirnya bisa memegang sang indikator pencemaran air ini,,, subhanallaah. . .
dilanjutkan masuk ke hutan dan membuat plot untuk praktikum Distribusi bersama dosen pembimbing paling kece, Bu Upiek ^_^

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Untukmu ukhti.........


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

BERSYUKUR


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

NASEHAT




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Fakta Ilmiah dari Al Quran Yang Kebenarannya Telah Terbukti



Jaques Yves Cousteau, seorang Oceanografer berkebangsaan Prancis, menemukan pertemuan dua lautan (pertemuan Samudra Atlantik dan Mediterania) yang tidak bercampur satu sama lain. Menurutnya, fenomena aneh ini seolah ada dinding yang membatasi kedua aliran air tersebut. Seorang muslim menjelaskan kepada Cousteau bahwa ...fenomena ini sudah dijelaskan dalam Al Quran pada zaman dahulu.

"Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampui masing-masing." (QS Ar-Rahman: 19-20).

"Dan Dialah (Allah) yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan), yang satu tawar dan segar dan yang lainnya asin. Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus," (QS Al Furqan: 53).

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

MOTIVASI DALAM MENUNTUT ILMU


■ Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhu mengatakan:
"Mengulangi ilmu (muroja'ah) sebagian malam lebih aku cintai dari pada menghidupkan malam itu seluruhnya (dengan ibadah sholat)."

■ Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu mengatakan:
"Duduk sesaat hingga aku memahami ilmu agama lebih aku cintai dari pada menghidupkan semalam suntuk (dengan beribadah)."

■ Imam an-Nawawi ra...himahullah bertutur:
"Tidak ada amalan setelah ibadah fardu yang lebih utama dari pada menuntut ilmu."

■ Muthorrof -murid Imam Malik bin Anas- rahimahumallah berkata:
"Keutamaan ilmu lebih menakjubkan bagiku dari pada keutamaan beribadah."

■ al-Fudhail bin 'Iyadh rahimahullah mengatakan:
"Orang yang diberi ilmu itu banyak, namun orang yang diberi hikmah itu sedikit, maka berharaplah hikmah dari menuntut ilmu, sebab siapa yang diberi hikmah maka ia telah diberi kebaikan yang melimpah."

(al-Mulim fi al-Aqwal al-Musyawwaqah li Tholibil-'ilmi karya Dr. Muh. Fahd al-Wad'an, hal. 14-15)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Diampuni Dosa karena Bersih dari Syirik


Di antara keutamaan orang yang mati dan bersih dari syirik adalah jika ia membawa dosa yang begitu banyak, maka itu bisa terhapus atau diampuni karena ketauhidan yang ia miliki. Jadi, syaratnya adalah asalkan ia bersih dari syirik. Inilah yang menunjukkan rahmat Allah bagi setiap hamba-Nya yang bertauhid dan bersih dari syirik.
Dalam hadits qudsi dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman:
يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِى بِقُرَابِ الأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيتَنِى لاَ تُشْرِكُ بِى شَيْئًا لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً
Wahai anak Adam, jika engkau mendatangi-Ku dengan dosa sepenuh bumi kemudian engkau tidak berbuat syirik pada-Ku dengan sesuatu apa pun, maka Aku akan mendatangimu dengan ampunan sepenuh bumi itu pula.” (HR. Tirmidzi no. 3540. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan gharib. Sanad hadits ini hasan sebagaimana dikatakan oleh Al Hafizh Abu Thohir)

Makna Hadits

Walau seseorang mendatangi Allah dengan dosa sepenuh bumi dan ia memenuhi syarat -walau terasa berat- yaitu berjumpa Allah dalam keadaan bersih dari dosa syirik, maka ia akan meraih ampunan. Syarat yang dimaksud adalah bersih dari syirik yang banyak atau pun yang sedikit, begitu pula selamat dari syirik yang kecil maupun yang besar.
Seseorang tidak bisa selamat dari syirik tersebut melainkan dengan keselamatan dari yang Allah berikan, yaitu menghadap Allah dalam keadaan hati yang bersih (selamat). Sebagaimana AllahTa’ala berfirman,
يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ (88) إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ (89)
(Yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih” (QS. Asy Syu’araa’: 88-89).
Syaikh Sulaiman bin ‘Abdullah bin Muhammad At Tamimi berkata, “Hadits di atas  menunjukkan pahala yang besar dari tauhid, juga menunjukkan luasnya karunia Allah. Karena dalam hadits dijanjikan bahwa siapa di antara hamba yang mendatangi Allah dengan dosa sepenuh bumi dan ia mati di atas tauhid, maka ia akan mendapatkan ampunan terhadap dosa sepenuh itu pula.” (Taisir Al ‘Azizil Hamid, 1: 248).
Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah berkata, “Mentauhidkan Allah (tidak berbuat syirik, -pen) adalah sebab utama mendapatkan ampunan. Siapa yang tidak mentauhidkan Allah (terjerumus dalam kesyirikan dan tidak bertaubat sampai mati, -pen), maka ia akan luput dari ampunan Allah.” (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 2: 416)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Syirik itu ada dua macam, yaitu syirik besar dan syirik kecil. Siapa yang bersih dari kedua syirik tersebut, maka ia pasti masuk surga. Siapa yang mati dalam keadaan berbuat syirik besar, maka ia pasti masuk neraka. Barangsiapa yang mati dalam keadaan bersih dari syirik besar, namun masih memiliki syirik kecil dan punya kebaikan lainnya yang mengalahkan dosa-dosanya, maka ia masuk surga. Karena kebaikan bisa saja mengalahkan syirik kecil yang sedikit. Sedangkan jika ia bebas dari syirik besar akan tetapi ia masih memiliki syirik kecil yang banyak sehingga kejelekannya mengalahkan timbangan kebaikan, maka ia masuk neraka. Intinya, syirik itu membuat hamba itu disiksa, baik itu syirik besar maupun syirik kecil. Namun jika syiriknya adalah syirik kecil dan jumlahnya sedikit dan keikhlasan dia bisa mengalahkan dosa syirik kecil tersebut, maka ia tidak disiksa.” (Dinukil dari Taisirul ‘Azizil Hamid, 1: 247).

Sanggahan untuk Khawarij dan Mu’tazilah

Hadits di atas juga berisi bantahan terhadap Khawarij yang mengkafirkan seorang muslim karena dosa besar. Begitu pula hadits tersebut sekaligus bantahan pada Mu’tazilah yang berpendapat bahwa orang fasik (gemar maksiat) berada dalam ‘manzilah baina manzilatain’ (di antara dua keadaan), yaitu bukan mukmin dan bukan pula kafir, namun kelak ia akan kekal dalam neraka. Yang benar adalah yang menjadi akidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah yaitu orang fasik tidaklah disematkan iman pada dirinya secara mutlak, begitu pula tidak dihilangkan secara mutlak, namun orang fasik dikatakan mukmin namun kurang imannya atau disebut mukmin namun ahli maksiat, atau bisa disebut pula mukmin dengan imannya dan fasik dengan dosa besar yang ia perbuat.

Laa Ilaha illallah Tidak Cukup di Lisan

Jika kita menggabungkan beberapa hadits dengan hadits yang kita kaji saat ini, maka kita bisa tarik pelajaran penting bahwa laa ilaha illallah tidak cukup di lisan. Namun laa ilaha illalah harus pula disertai dengan menjalankan konsekuensinya, yaitu meninggalkan kesyirikan atau tradisi syirik.
Inilah yang kita pahami dari dua hadits berikut ini:
  1. Hadits muttafaqun ‘alaih, dari ‘Itban bin Malik bin ‘Amr bin Al ‘Ajlan Al Anshori, Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    فَإِنَّ اللَّهَ حَرَّمَ عَلَى النَّارِ مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ . يَبْتَغِى بِذَلِكَ وَجْهَ اللَّهِ
    Sesungguhnya Allah mengharamkan dari neraka, bagi siapa yang mengucapkan laa ilaha illallah (tiada sesembahan yang benar disembah selain Allah) yang dengannya mengharap wajah Allah” (HR. Bukhari no. 425 dan Muslim no. 33).
  2. Hadits dari ‘Ubadah bin Ash Shomit, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,
    مَنْ شَهِدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ ، وَأَنَّ عِيسَى عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ وَكَلِمَتُهُ ، أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ ، وَرُوحٌ مِنْهُ ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ ، أَدْخَلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ عَلَى مَا كَانَ مِنَ الْعَمَلِ
    Barangsiapa bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya; begitu juga bersaksi bahwa ‘Isa adalah hamba Allah dan Rasul-Nya, serta kalimat-Nya (yaitu Allah menciptakan Isa dengan kalimat ‘kun’, -pen) yang disampaikan pada Maryam dan ruh dari-Nya; juga bersaksi bahwa surga dan neraka benar adanya; maka Allah akan memasukkan-Nya dalam surga apa pun amalnya.” (HR. Bukhari no. 3435 dan Muslim no. 28)
Kedua hadits di atas dipahami bahwa kalimat laa ilaha illallah tidak hanya di lisan, namun harus juga dengan memahami makna kalimat mulia tersebut dan meninggalkan kesyirikan. Inilah yang dapat dipahami dari hadits Anas bin Malik yang kita ulas kali ini.
Semoga kita dapat berjumpa dengan Allah dalam keadaan hati yang bersih dari syirikHanya Allah yang memberi taufik.

Pesantren Darush Sholihin, Panggang-Gunungkidul, 5 Jumadal Ula 1434 H
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel Muslim.Or.Id

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Yang Selalu bisa Diandalkan

Apapun yang terjadi selalu ada yang bisa diandalkan....
kau seharusnya sudah tau...
sudah paham benar tentang ini,
tapi kadang mungkin terlupa....
di saat kita terjepit, di saat seolah tak ada harapan dan ketika semua seolah mencekik..
seakan semua menjauh , keadaan membuat sesak
tapi satu hal... slalu ada yang bisa diandalkan...

-Alloh Yang Maha Kuasa-

Mintalah pada Nya....
Mengemislah....
Lalu bertawakalllah hanya pada Allohu Rabbi...........

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

KUPU KUPU

Kupu-kupu tak pernah tahu warna sayapnya,
Tetapi orang mengetahui betapa indah sayapnya,
Seperti juga engkau tak pernah tahu indahnya dirimu..........
Tetapi Alloh mengetahui betapa istimewanya dirimu 
Ketika engkau memegang teguh syariat-Nya ....
Ketika engkau ridho atas takdir-Nya...
Ketika dirimu tersenyum menerima ujian ...
Dan dirimu selalu tegar dalam pendirian ....
Maka saat itulah engkau menjadi hamba terindah di mata-Nya 
Semoga dirimu, diriku dan kita semua menjadi terpilih oleh-Nya
 Via: Majalah Qiblati |

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Do'a



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

*Bicara Baik


*Bicara Baik

Ribuan tahun lalu, kita telah dinasehati: bicaralah yang baik, atau diam (kalau kalian tdk tahu dari siapa muasal nasehat ini, maka bergegaslah membaca banyak buku, bukan menghabiskan waktu tdk jelas).

Itu nasehat yang sangat relevan hingga kapan pun, bahkan besok lusa. Karena hari ini, dengan teknologi informasi yang berkembang menakjubkan, dan semua orang merasa punya kesempatan bicara apapun, termasuk menulisi dinding rumah maya seorang presiden sekalipun, masalah ini semakin kacau balau.

Bicaralah yang baik atau diam. Apa itu yang baik? Banyak definisinya, banyak penjelasannya, tapi secara umum, satu maksud dan tujuannya.

Ada orang yang mendefinisikannya (kasus yg sangat istimewa) lewat dia memutuskan bicara hanya untuk menyebut ayat2 Al Qur'an--tidak utk yg lain. Jadi kalau kita mengajak dia mengobrol, dia akan menjawab dengan kalimat dalam Al Qur'an, ada kisahnya orang ini. Hebat sekali. Dan percakapan itu tetap nyambung, nyaman, dan efektif. Karena kalimat dalam Al Qur'an lebih dari cukup sbg bahan percakapan. Dan dia jelas tidak akan bicara hal2 yg tdk penting, karena hal2 sepele bisa diselesaikan tanpa harus mengeluarkan sepotong kata pun.

Tapi kita tidak se-level dgn beginian, bukan soal menghafal Al Qur'annya hingga kita bisa punya kosa kalimat yg banyak sbg bahan percakapan--itu terlalu sulit buat sebagian besar orang. Tapi lebih karena sejak kecil kita terlanjur suka bicara apapun. Hal2 yang sepele sekalipun kita komentari, kita bicarakan, hal2 yg sudah tahu sama tahu, kita ributkan, padahal sama saja yang diributkan.

Apa itu bicara baik. Silahkan membuka buku2 yang membahas hal tersebut jika ingin tahu lebih komprehensif. Banyak bukunya. Catatan ini hanya disiapkan untuk menjelaskan simpel dari kaca mata yg berbeda. Maka, apa itu bicara yang baik, menurut hemat saya ada tiga level saat orang memutuskan bicara/menulis baik:

1. Menghibur atau menemani
2. Bermanfaat
3. Menginspirasi

Level paling rendah adalah menghibur atau menemani. Banyak contohnya, kita bisa menghibur atau menemani orang lain lewat mengobrol/tulisan. Level kedua bermanfaat, jadi tdk hanya menghibur dan menemani, tapi juga bisa memberikan pengetahuan baru, informasi baru, pun kesempatan baru. Dan level tertinggi adalah menginspirasi, ketika tulisan atau percakapan kita tidak hanya memenuhi level satu dan duanya, tapi sekaligus berhasil menggugah orang lain agar lebih baik.

Nah, sebaliknya, ada tiga level juga apa itu yang disebut bicara/menulis buruk:

1. Sia-sia, bicara kosong
2. Mengganggu dan menyakiti
3. Menyesatkan dan merusak

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Mutiara Generasi Terbaik

Bacalah perkataan Pendahulu-pendahulu kita yang sholih ini.............

#Takut Akan Syahwat #

“Abu Hurairah pernah berkata pada akhir-akhir usianya,”Ya Allah aku berlindung kepadamu dari melakukan zina dan dosa-dosa besar lainnya”. Kemudian dikatakan kepadanya, “Apakah engkau masih takut zina padahal engkau sudah tua dan sudah terputus syahwatmu?”. Beliau mengatakan, “Bagaimana aku bisa merasa aman, padahal iblis masih hidup?””



=====================================
Muhammad ibnu Sirin rahimahullah mengatakan,

“Saya tidak pernah dengki kepada orang lain dalam perkara dunia, karena apabila dia ditetapkan sebagai ahli jannah, bagaimana bisa saya mendengkinya dalam perkara dunia, sementara dia berjalan menuju jannah. Sebaliknya, jika dia adalah ahli naar, bagaimana bisa saya dengki kepadanya dalam perkara dunia, sementara dia berjalan menuju naar” [Muktashar Minhajul Qashidin 177].

 =========================================
 Dari Al-Agharr Al-Muzany radhiyallâhu ‘anhu, Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sungguh kadang terasa mendung hatiku, dan saya (pun) membaca istighfar (memohon pengampunan Allah) dalam sehari sebanyak seratus kali.”

[Diriwayatkan oleh Muslim]

======================================
"Sebagian orang cinta kebaikan dan istiqomah, akan tetapi ia hanya tinggal di lautan angan-angan... Ia berharap istiqomah tanpa beramal...
Angan-angan semata tanpa disertai amalan tidak akan bermanfaat bagi seseorang
Ibnul Qoyyim berkata ;
المتمنى من أعجز الناس وأفلسهم، فإن التمنى رأس أموال المفاليس
"Seorang tukang berangan-angan adalah manusia yang paling tidak mampu dan paling merugi, karena angan-angan adalah modalnya orang-orang yang bangkrut"
(Dari tweet Sykh Sa'ad Al-Khotslaan)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Istri Sholihah (Zainab binti Judair, Istri Syuraih Al-Qodli)


Suatu hari Syuraih Al-Qodhi (sang hakim) bertemu dengan Asy-Sy'abi, maka Asy-Sya'bi bertanya kepadanya tentang kondisinya di rumahnya. Maka Syuraih berkata : "Semenjak 20 tahun akan tidak pernah melihat sesuatu perkara dari istriku yang membuatku marah".
Asy-Sya'bi berkata : "Kok bisa demikian?"
Syuraih berkata : "Sejak malam pert...ama pernikahan aku menemui istriku maka aku melihat pada dirinya kecantikan yang sangat menggoda, kemolekan yang langka, maka aku berkata dala diriku, "Aku akan berwudhu dan sholat dua raka'at, untuk bersyukur kepada Allah". Tatkala aku salam dari sholatku ternyata aku dapati istri menjadi makmum di belakangku. Tatkala aku menoleh kembali ternyata ia telah berada di atas tempat tidur. Lalu akupun mengulurkan tanganku kepadanya. Ia berkata, "Sebentar, tetaplah di posisimu wahai Abu Umayyah (kunyah panggilan Syuraih)", lalu ia berkata, "Segala puji bagi Allah, aku menyanjungNya, dan aku memohon pertolonganNya, serta aku bersholawat kepada Muhammad dan keluarganya, kemudian dari pada itu :
Sesungguhnya akku adalah seorang wanita asing yang tidak mengetahui tentang akhlakmu, maka tolong jelaskanlah kepadaku apa yang engkau sukai agar aku bisa kerjakan dan apa yang engkau benci untuk aku jauhi". Lalu ia berkata, "Sesungguhnya ada pada kaum-mu wanita yang bisa engkau nikahi, dan pada kaumku ada lelaki yang sekufu (setara) denganku (yang bisa menikahiku), akan tetapi jika Allah telah memutuskan keputusanNya maka yang terjadi adalah keputusanNya. Engkau telah memiliki diriku, maka lakukanlah apa yang Allah perintahkan kepadamu, (yaitu) menjalani pernikahan dengan pergaulan yang baik atau menceraikan dengan cara yang baik. Demikianlah apa yang aku haturkan kepadamu, dan memohon ampunan dari Allah untuk diriku dan untukmu"
Syuraih berkata, "Maka-demi Allah wahai Asy-Sya'bi-, istriku menjadikan aku akhirnya untuk berkhutbah pada saat itu. Maka aku berkata :
"Segala puji bagi Allah, aku menyanjungNya dan memohon pertolonganNya, serta aku bersholawat kepada Muhammad dan keluarganya. Kemudian daripada itu :
Sesungguhnya engkau –wahai istriku- telah mengucapkan suatu perkataan yang jika engkau tegar diatasnya maka merupakan kebaikanmu, akan tetapi jika hanya merupakan pengakuan belaka maka akan menjadi boomerang bagimu. Seungguhnya aku suka ini dan itu, dan aku membenci ini dan itu, maka apa saja kebaikan yang engkau lihat maka sebarkanlah, dan keburukan apa saja yang engkau lihat maka tutuplah".
Istriku berkata, "Bagaimana sikap yang kau sukai dalam kunjungan keluargaku?". Aku berkata, "Aku tidak ingin kunjungan mereka menjadikan aku bosan". Istriku berkata, "Siapa tetanggamu yang engkau sukai untuk masuk di rumahmu agar aku mengizinkannya, dan siapa tetanggamu yang engkau benci ?"
Aku berkata, "Banu Fulan orang-orang yang sholeh, dan banu fulan orang-orang yang buruk"
Syuraih berkata, "Maka malam itu akupun tidur bersamanya dengan malam yang terindah, dan aku hidup bersamanya setahun yang aku tidak melihat sesuatupun darinya kecuali yang aku sukai. Tidaklah datang hari bersamanya kecuali lebih baik dari hari sebelumnya. Tatkala genap setahun aku hidup bersamanya, suatu hari aku baru pulang dari tempat pengadilan (karena Syuraih adalah seorang hakim-pen) tiba-tiba di rumahku ada seorang wanita tua yang memerintah-merintah dan melarang-larang. Maka aku bertanya, "Siapa wanita ini?", maka istriku berkata kepadaku, "Itu adalah ibu istrimu". Lalu ibunya menoleh kepadaku dan bertanya kepadaku, "Bagaimana kau dapati istrimu?". Aku berkata, "Istri yang terbaik". Ibunya berkata, "Wahai Abu Umayyah, jika engkau melihat keraguan pada istrimu maka cambuklah ia !, didiklah ia dengan apa yang kehendaki dan aturlah dia sesuai dengan yang kau kehendaki !" Dan setiap tahun ibunya datang mengunjungi kami dan mengucapkan perkataannya tersebut.
Akupun tinggal bersamanya selama 20 tahun, aku tidak pernah memarahinya sama sekali kecuali hanya sekali, dan sekali itupun akulah yang dzolim/salah kepadanya.
Dan istriku akhirnya meninggal. Sungguh aku berangan-angan agar aku memberikan sebagian umurku untuknya, atau aku dan dia meninggal bersama dalam hari yang sama" (Dirangkum dan digabung-gabungkan dari kitab Ahkaam Al-Qur'an li Ibnil 'Arobi 1/532 dan Ahkaam An-Nisaa' hal 239-240, serta sumber lainnya)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Jangan Bersedih....^^

Jangan engkau bersedih jika tidak ada orang yang ridha terhadap dirimu...
Disana ada orang lain, mungkin di luar rumahmu, di luar kotamu atau bahkan di luar negaramu; yang mencintaimu dan selalu mendoakan kebaikan untukmu pagi dan petang, sementara engkau tidak mengetahuinya... Bagaimana lagi jika yang mencintaimu itu adalah Allah?
----------------------------------------------------------------------------
Dekatlah kepada Allah...
Disana ada kehidupan yang indah
yang engkau tidak akan melihatnya sementara engkau jauh dari-Nya,,

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Khayal


Hey kau,,yang menatap kosong langit senja sore ini.
Apa yang ada di benakmu saat ini??
Apa kau juga melukiskan namanya di kaki langit itu…
Pasti sangat indah…
Merdu pula jika terdengar…
Aku tersenyum di sini.
Lihatlah…. Jingga senja semakin merona.
Seindah itukah namanya di hatimu??
Bukan apa-apa,,aku hanya ingin tau.

Hey,,Kau kenapa??
Kenapa kau malah meneteskan air mata??
Mendekatlah padaku…bersandarlah di pundakku ini..
Luapkan kepedihan yang kau rasa,,

Dengarlah…..
Musim semi masih panjang…dia bukan bunga terakhir yang mekar.
Kau akan temukan suatu saat nanti..Bunga bermahkotakan cinta yang tulus.
Percayalah…...
Kini tersenyumlah..resapilah senja yang mulai menepi..
Suasana yang kan menenangkan hati…..



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pergilah Kau


Kau mau pergi??
Pergi saja sesuka hatimu…aku sama sekali tak akan mencegahnya, karna memang aku sama sekali tak berhak.
Aku tau itu inginmu sejak dulu.
Mungkin bagimu aku hanya mimpi buruk di setiap tidurmu, tak apa. Tak masalah lagi kau anggap apa aku ini.
Aku sudah terlanjur tak peduli lagi.
Pergi  sajalah…
Tak usah kau tunda lagi. Menghilanglah dari kehidupanku.
Terserah….
Daripada kau bertahan disini tapi hatimu tlah pergi.
Sama saja…
Ku tau kau sudah lama menghilang. Ragamu memang disini, tapi hati dan jiwamu??
Hahh….kau lelahkan??
Aku juga….
Aku lelah karna hanya berbicara pada pandangan bekumu itu.
Aku bosan juga jenuh.
Pergi saja….
Karna itu maumu juga mauku….

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

AKU


1 Februari,
Semakin dekat saja waktunya. Hmm…serasa sama sekali belum siap untuk menghadapi UN bulan April mendatang.
Masih saja malas belajar. Padahal materi menumpuk juga tugas yang tak ada habisnya.
Tapi, tetap tak mau merubah sikap. Sebenarnya akupun membenci apa yang ku lakukan ini, suka menunda-nunda pekerjaan and terlalu santai.
Kapan bisa berubah??
Aku benar-benar butuh nasihat juga motivasi untuk berubah.
Tapi siapa?!
Semua malah seperti memojokkanku. Lagi pula aku bukan tipe orang yang suka menceritakan kisah hidupku pada orang lain kecuali hanya lewat tulisan.
Aku lebih senang menulis keluh kesahku daripada mengatakannya pada orang lain.
Karna menurutku itu jauh lebih bisa membuatku lega.
Namun..
Kalau hanya ditulis Cuma bisa buat hatiku lega, tidak dengan nasihat and motivasi yang ku butuhkan….
Yaa sudahlah,
Bagiku lebih baik masalah diri sendiri di selesaikan sendiri saja, tak usahlah menyusahkan orang lain.
Aku hanya perlu menemukan jati diriku yang mulai menghilang.
Diiaann….you can do it…!!!
Fighting..!!..










  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Do'aku


Lagi…hatiku serasa berada di tempat yang jauh. Aku bimbang…aku resah..aku takut..
Tapi entah apa yang membuatku seperti ini.
Yaa Allah..apakah ini karna aku sudah jauh dari-MU??
Aku merasa amat jauh…sangat jauh tak tersentuh.
Yaa Rabbi,, aku hilang arah tanpa-Mu. Aku tak tau jalan yang seharusnya aku tuju jika Kau tak menunjukkanku padanya.
Aku hanya hamba yang teramat lemah tak berdaya. Seorang yang sangat hina di hadapan-Mu.
yaa Rahman…tunjukilah jalan untuk hatiku agar selalu beristiqomah di jalan lurus-Mu…
berilah ketenangan pada qalbuku ini yaa Rabb…
Jangan Kau biarkan hatiku lalai dan melupakan-Mu. Jangan pula kau gelapkan hatiku hingga hanya ada dunia di dalamnya….
Selalu…..
Bimbinglah hamba di jalan yang Haq yaa Allah…
Aamiin.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS