Tampilkan postingan dengan label My Poems. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Poems. Tampilkan semua postingan
Yang Selalu bisa Diandalkan
Apapun yang terjadi selalu ada yang bisa diandalkan....
kau seharusnya sudah tau...
sudah paham benar tentang ini,
tapi kadang mungkin terlupa....
di saat kita terjepit, di saat seolah tak ada harapan dan ketika semua seolah mencekik..
seakan semua menjauh , keadaan membuat sesak
tapi satu hal... slalu ada yang bisa diandalkan...
-Alloh Yang Maha Kuasa-
Mintalah pada Nya....
Mengemislah....
Lalu bertawakalllah hanya pada Allohu Rabbi...........
kau seharusnya sudah tau...
sudah paham benar tentang ini,
tapi kadang mungkin terlupa....
di saat kita terjepit, di saat seolah tak ada harapan dan ketika semua seolah mencekik..
seakan semua menjauh , keadaan membuat sesak
tapi satu hal... slalu ada yang bisa diandalkan...
-Alloh Yang Maha Kuasa-
Mintalah pada Nya....
Mengemislah....
Lalu bertawakalllah hanya pada Allohu Rabbi...........
Do'a
20.34 |
Label:
Curahan Hati,
Fiqih dan Muamalah,
Karya Maya,
Muhasabah,
My Poems,
My Story,
Resep Masakan
*Bicara Baik
*Bicara Baik
Ribuan tahun lalu, kita telah dinasehati: bicaralah yang baik, atau
diam (kalau kalian tdk tahu dari siapa muasal nasehat ini, maka
bergegaslah membaca banyak buku, bukan menghabiskan waktu tdk jelas).
Itu nasehat yang sangat relevan hingga kapan pun, bahkan besok lusa.
Karena hari ini, dengan teknologi informasi yang berkembang menakjubkan,
dan semua orang merasa punya kesempatan bicara apapun, termasuk
menulisi dinding rumah maya seorang presiden sekalipun, masalah ini
semakin kacau balau.
Bicaralah yang baik atau diam. Apa itu
yang baik? Banyak definisinya, banyak penjelasannya, tapi secara umum,
satu maksud dan tujuannya.
Ada orang yang mendefinisikannya
(kasus yg sangat istimewa) lewat dia memutuskan bicara hanya untuk
menyebut ayat2 Al Qur'an--tidak utk yg lain. Jadi kalau kita mengajak
dia mengobrol, dia akan menjawab dengan kalimat dalam Al Qur'an, ada
kisahnya orang ini. Hebat sekali. Dan percakapan itu tetap nyambung,
nyaman, dan efektif. Karena kalimat dalam Al Qur'an lebih dari cukup sbg
bahan percakapan. Dan dia jelas tidak akan bicara hal2 yg tdk penting,
karena hal2 sepele bisa diselesaikan tanpa harus mengeluarkan sepotong
kata pun.
Tapi kita tidak se-level dgn beginian, bukan soal
menghafal Al Qur'annya hingga kita bisa punya kosa kalimat yg banyak sbg
bahan percakapan--itu terlalu sulit buat sebagian besar orang. Tapi
lebih karena sejak kecil kita terlanjur suka bicara apapun. Hal2 yang
sepele sekalipun kita komentari, kita bicarakan, hal2 yg sudah tahu sama
tahu, kita ributkan, padahal sama saja yang diributkan.
Apa
itu bicara baik. Silahkan membuka buku2 yang membahas hal tersebut jika
ingin tahu lebih komprehensif. Banyak bukunya. Catatan ini hanya
disiapkan untuk menjelaskan simpel dari kaca mata yg berbeda. Maka, apa
itu bicara yang baik, menurut hemat saya ada tiga level saat orang
memutuskan bicara/menulis baik:
1. Menghibur atau menemani
2. Bermanfaat
3. Menginspirasi
Level paling rendah adalah menghibur atau menemani. Banyak contohnya,
kita bisa menghibur atau menemani orang lain lewat mengobrol/tulisan.
Level kedua bermanfaat, jadi tdk hanya menghibur dan menemani, tapi juga
bisa memberikan pengetahuan baru, informasi baru, pun kesempatan baru.
Dan level tertinggi adalah menginspirasi, ketika tulisan atau percakapan
kita tidak hanya memenuhi level satu dan duanya, tapi sekaligus
berhasil menggugah orang lain agar lebih baik.
Nah, sebaliknya, ada tiga level juga apa itu yang disebut bicara/menulis buruk:
1. Sia-sia, bicara kosong
2. Mengganggu dan menyakiti
3. Menyesatkan dan merusak
Munajat
Kala gulita menguasai
dingin sang alam
Aku hadirkan sebentuk
hati untukk bermunajat kepada-MU
Setelah lelah
bercengkrama riuh karna letih
Tak mampu lagi bertumpu
Hanya pada-MU kembaliku
Setiap sembilu yang
menyayat kalbu
Hanya Kau yang mampu
melepasnya
Setiap duka yang tak
bertepi
Hanya Kau yang
menguasai
Alam sendu kelamnya
malam
Hening tanpa bintang
Aku tersungkur
Berharap Kau
mengasihaniku
Dalam terlenanya jiwa
akan dunia
Terbelenggu kenikmatan palsu
Hanya Kau yang mampu
memberiku ampun
AKU TERJATUH
AKU
TERJATUH
Lagi-lagi
aku terjatuh
Kali
ini bukan karna tersandung batu
Bukan
pula karna lubang itu
Aku
hanya terjatuh
Tak
penting apa sebabnya
Tak
perlu kau tau
Sekali
lagi aku terjatuh
Ketika
melewati sebuah hati
Aku
terjatuh
Terpeleset
ketika melintasinya
Semakin
kagum saat di depan pintu hatinya
Aku
terjatuh
Melihat
indah lakunya
Menatap
tulus dari senyumnya
Aku
terjatuh…………
Terhapus
Terhapus
Menetes
sejuk tersapu sendu
Beriring
senandung kidung berlalu
Melewati
celah berkalang merdu
Mengentaskan
air mata dari biliknya
Menatap
lagi sisa dari sebentuk rasa
Tersadar
dari lelapnya imajinasi
Ternyata
lebih indah
Merambah
jiwa-jiwa basah
Terlukis
syahdu menghapus resah
Hanya
sebuah kisah
Terangkai
dalam gelisah penuh hikmah
Menyapa
hati yang semakin lelah
Namun
berlalu sudah
Terhapus
sebait luka
Rangkai
cerita telah bersua
Menyisakan
senada merdu beriring tawa
AKU INI
AKU INI
Kau salah tentang
diriku
Tak seperti itu
Jika kau tahu
Tak seindah mutiara
berkilau
Lebih kelabu
Lebih berdebu
Hanya sampul semu
Jika kau mengerti
Sama sekali tak berarti
Menghitamkan nurani
Menyesakkan hati
Lebih kelam
Lebih suram
Jika kau paham
Aku ini hanya kepingan
Tak lebih dari rasa
yang dibuang
Aku ini hanya khayalan
Dalam lubuk jiwa
melayang
Aku ini adalah serpihan
Di sela gelap tak
terpulihkan
LETIH
LETIH
Semua serasa abstrak
Serasa mencekik dalam
kelabu keheningan,
Semua kacau semua suram
Adakah
arti masih tersisa?
Lelah
ku rasa
Terpenjara dalam kelana
tak bertujuan
Mengais harapan di sela
ketidakpastian
Takut
yang memaksaku pergi
Hanya
tak berani tuk sendiri
Biarlah aku tersisih..
Karna hati semakin
letih tertahan oleh sedih
Masih mencoba tegar
walau tertatih
Dalam hempas lautan perih
USAI
USAI
Malam
memenjara kelamnya jiwa
Semakin
terkucilkan di balik muramnya cahaya
Mencari
arti setia menanti
Kala senja tlah berlalu
Sebuah kisah biru bermuara
haru
Semakin
tersudut di saat larut
Memerangi
kelam yang semakin merajam
Terjerembab
dalam sepi
Hanya
menanti meski tak berarti lagi
Sebuah
akhir yang tak pernah ku mengerti
Sejenak
hati berharap ini hanya ilusi
Cepat menghilang
Bergegaslah terbang
Ini
semua akan segera usai
Sampai
disini………..
SEPUCUK SURAT DI HATIKU
SEPUCUK SURAT DI HATIKU
Ini hanya sepucuk surat
yang tak pernah aku kirimkan padamu
Sebait puisi yang tak
mampu ku bacakan di depanmu
Alunan nada lirih yang
mungkin tak dapat kau dengar
Tetap indah…..
Jingga
senja dan kerlip bintang akan pudar
Seberkas
kilau warna pelangipun akan luntur
Karna
ini memang terlalu indah
Merdu menyejukkan kalbu
Mempesona di sela-sela terik mentari
Berhembus bersama angin
Jatuh dari dahan
terbawa embun
Sejuk bila kau tahu
Indah jika kau juga rasa
Hanya
senandung semu hatiku
Yang
terbias pada raut wajah palsu
Kau
takkan tahu……….
Karna
ini hanya sepucuk surat di hatiku….
Anugrah Terindah yang Pernah Kumiliki
Anugrah
Terindah yang Pernah Kumiliki
Kusapa haru kau
yang hadir untukku
Bagai embun
yang menyeka lembut
Rapuhnya
mahkota mawar di senja semu
Sejuk…
Lebih indah
dari sekedar ungkapan hati
Selalu setia
disini
Menggoreskan
benih senyuman
Menghembuskan
setitik harapan
Lalu,
Bukalah kelopak
matamu…
Sadarilah bahwa
kau adalah anugrah terindah
Yang pernah
kumiliki
Tanyaku
Tanyaku
rintik hujan
itu yang kudengar
senja ini
kulihat tak seindah senja lalu
masih awan
kelabu di penghujung hari ini
datang dengan
sebentuk kisah haru dari langit
melewati bisingnya
Tanya-tanya tak terjawab
apa?
Kapan?
Mengapa?
Entahlah…..
Bersama rintk hujan itu..
Aku masih saja
menatap hampa
Tak tau apa
yang terjadi…
Karna tanyaku
tak pernah terjawab lagi
Yang Terlewatkan
Yang
Terlewatkan
Suara sapaan
angin malam yang tak biasa ku dengar
Sayuu dengan
segala kelembutan
yang menenangkan
malam itu
Aku memang sendiri
tapi sama
sekali tak merasa kesepian
Berceloteh
dengan pikiran dan perasaanku sendiri
tanpa
seorangpun yang tau….
Aku mencari dan
terus mencari celah lalu
yang kulewati
bersamamu
dan berharap
tak ada yang terlewatkan
Berhenti berharap
Berhenti
berharap
Sejumput angan yang terpenjara dalam genggaman
keterasingan
Menitik cerita
tentang tangis dan senyuman
di belantara imajinasi yang tak pernah disapa
lagi
Lalu tanpa
disangka semuapun sirna juga
Aku pasrah….
Aku menyerah
karna memang tak ada lagi
yang sanggup
aku gumamkan di hadapanmu
Bahkan secuil senyumanpun
tak sanggup
lagi aku harapkan
Disini dan saat ini….Aku behenti berharap…
Langganan:
Postingan (Atom)











